Biodiversitas Kampus IPB University, Laboratorium Alam dengan 350 Jenis Tumbuhan

Biodiversitas Kampus IPB University, Laboratorium Alam dengan 350 Jenis Tumbuhan

biodiversitas-kampus-ipb-university-laboratorium-alam-dengan-350-jenis-tumbuhan
Berita / Riset dan Kepakaran

Kampus IPB University di Dramaga, Bogor, tidak hanya dikenal sebagai pusat pendidikan tinggi pertanian, tetapi juga sebagai rumah bagi 350 jenis tumbuhan, termasuk tumbuhan langka dan endemik Indonesia.
Menurut dosen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) IPB University, Dr Abdul Haris Mustari, kekayaan biodiversitas ini mencerminkan fungsi kampus sebagai laboratorium alam yang menjaga keseimbangan ekosistem.

Kampus IPB University terletak sekitar sepuluh kilometer ke arah barat Kota Bogor dengan bentang alam yang unik. Kawasan ini memiliki kombinasi lahan datar, lembah, danau, rawa, serta aliran sungai.

Menurut Dr Mustari, beragamnya tipe habitat di kampus, seperti arboretum, taman hutan kampus, tegakan bambu, padang rumput, hingga kebun percobaan, mendukung kehidupan berbagai jenis tumbuhan dan satwa.

“Lingkungan kampus yang sejuk dan udara bersih dapat dinikmati karena keberadaan tumbuhan yang sehat. Tumbuhanlah yang menjadi komponen terpenting dari keanekaragaman habitat,” ujar Dr Mustari.

Ia menjelaskan bahwa tumbuhan tidak hanya menyediakan oksigen, tetapi juga makanan, tempat berbiak, dan perlindungan bagi satwa.

Kehadiran tumbuhan memperkaya kualitas tanah melalui serasah, akar yang melapuk, dan siklus hara yang berkelanjutan. Sistem perakaran tumbuhan juga memperbaiki aerasi tanah serta mendukung aktivitas organisme tanah.

“Hubungan antara tumbuhan dan satwa bersifat mutualistik, saling menguntungkan dan saling membutuhkan,” tambah Dr Mustari.

Lebih jauh, tutupan vegetasi rapat di kawasan kampus menciptakan sumber mata air yang mengalir sepanjang tahun, bermanfaat tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi seluruh organisme. Vegetasi yang tumbuh di kampus turut menciptakan iklim mikro yang sejuk dan nyaman.

Saat ini, IPB University mencatat sedikitnya 350 jenis tumbuhan dari berbagai tingkatan pertumbuhan, mulai dari pohon, semak, perdu, herba, hingga liana dan palem. Selain itu, terdapat pula tumbuhan berkhasiat obat yang dibudidayakan, serta koleksi bambu yang mencapai 40 jenis.

Beberapa tumbuhan langka dan endemik Indonesia juga dapat ditemui di kampus, di antaranya ulin (Eusideroxylon zwageri), eboni (Diospyros celebica), kayu kuku (Pericopsis mooniana), serta sekitar 20 spesies Dipterocarpaceae seperti Shorea dan Dipterocarpus. Jenis lain seperti rasamala (Altingia excelsa), saninten (Castanopsis spp.), dan puspa (Schima wallichii) turut melengkapi keanekaragaman hayati ini.

Tak hanya spesies lokal, tumbuhan dari luar negeri juga menghiasi lingkungan kampus, antara lain pohon kanon (Couroupita guianensis), pohon sosis (Kigelia africana), bunga mawar Venezuela (Brownea grandiceps), serta tabebuya dengan ragam warna.

Koleksi tumbuhan obat yang mencapai lebih dari 120 jenis tersimpan di Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB University, di antaranya sanrego, akar kuning, dewandaru, hingga tabat barito.

Dr Abdul Haris Mustari menegaskan bahwa keberadaan biodiversitas tumbuhan di kampus IPB University merupakan aset berharga.

“Kampus ini adalah contoh nyata bagaimana kawasan pendidikan juga bisa menjadi pusat konservasi. Keanekaragaman hayati di sini bukan hanya mendukung riset, tetapi juga menjadi warisan ekologis yang harus dijaga untuk masa depan,” ucapnya. (dr)