IPB University Gandeng WOAH, Siapkan Veteriner Tangguh Hadapi Tantangan Global

IPB University Gandeng WOAH, Siapkan Veteriner Tangguh Hadapi Tantangan Global

ipb-university-gandeng-woah-siapkan-veteriner-tangguh-hadapi-tantangan-global
Berita / Pendidikan

Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menyelenggarakan Stadium General bertajuk “Building Veterinary Excellence: The Role of the World Organisation for Animal Health (WOAH)”, bertepatan dengan pelaksanaan Konferensi WOAH Asia Pasifik ke-34 di Indonesia.

Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana, menekankan bahwa forum ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memahami kompetensi dasar yang harus dimiliki dokter hewan sejak awal kariernya (day-one competence).

“Melalui kunjungan Direktur Jenderal WOAH, mahasiswa mendapat pencerahan mengenai kebijakan dan panduan terkini di bidang kesehatan hewan global. Hal ini relevan dengan upaya Indonesia dalam mengendalikan penyakit lintas batas, resistensi antimikroba, hingga zoonosis seperti rabies,” jelas Prof Deni saat pembukaan acara di Kampus IPB Dramaga, (26/9).

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia telah menempuh berbagai langkah strategis seperti penerapan biosekuriti tiga zona, vaksinasi massal, serta pengendalian penggunaan antibiotik. 

“Jika tidak dikendalikan, resistensi antimikroba dapat menjadi silent pandemic pada tahun 2050. Karena itu, mahasiswa kedokteran hewan harus dipersiapkan sejak dini dengan kompetensi global,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Emmanuelle Soubeyron, Direktur Jenderal WOAH, menegaskan misi organisasinya untuk memperkuat layanan veteriner di seluruh dunia.

“Kami memiliki 183 negara anggota, termasuk Indonesia sejak 1950. Untuk memastikan produksi pangan yang sehat, diperlukan pelayanan veteriner yang kuat, berintegritas, dan terdidik. Saya sangat terkesan dengan komitmen serta dinamisme layanan veteriner di Indonesia, juga antusiasme mahasiswa yang akan menjadi generasi penerus,” ungkapnya.

Dr Soubeyron juga mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam penyelenggaraan Konferensi Asia Pasifik ke-34 yang menjadi wadah berbagi pengalaman antarnegara dalam mengatasi penyakit hewan lintas batas dan resistensi antimikroba.

Sementara itu, Dr Nuryani Zainudin, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, menekankan pentingnya standardisasi pendidikan veteriner di kawasan Asia Pasifik.

“Pertemuan ini tidak hanya membahas kebijakan teknis, tetapi juga investasi pada generasi penerus. Dengan harmonisasi kurikulum dan kompetensi, kita bisa menyiapkan dokter hewan yang mampu menghadapi tantangan penyakit hewan, menjawab kebutuhan keamanan pangan, sekaligus berkontribusi pada kesehatan global,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia terus melakukan inovasi kurikulum, memperluas kemitraan internasional, serta mendorong penelitian bersama untuk mendukung sistem kesehatan hewan yang tangguh. (*/Rz)