Gandeng 2 Universitas Malaysia, IPB University Gelar Winter Course Ekonomi Islam, Diikuti 8 Negara

Gandeng 2 Universitas Malaysia, IPB University Gelar Winter Course Ekonomi Islam, Diikuti 8 Negara

Gandeng 2 Universitas Malaysia, IPB University Gelar Winter Course Ekonomi Islam, Diikuti 8 Negara
Berita

Departemen Ilmu Ekonomi Syariah (IES) bersama Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) IPB University kembali menyelenggarakan agenda internasional tahunan, Islamic Economics Winter Course (IESWC) 2025. 

Program yang berlangsung pada 8–16 September 2025 ini diikuti 58 peserta dari delapan negara, termasuk Malaysia, Turki, Dominica, dan Ghana. Tahun ini, IESWC turut menggandeng Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai mitra.

IESWC merupakan kegiatan rutin yang dirancang Departemen IES IPB University untuk memperkuat kapasitas akademik dan jejaring internasional. Agenda ini tidak hanya menghadirkan perkuliahan, tetapi juga observasi lapangan di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) serta presentasi analisis kelompok.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua IESWC 2025 M Anhar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof Irfan Syauqi Beik, menekankan pentingnya implementasi keuangan sosial Islam melalui blended financing. 

“Implementasi keuangan sosial Islam melalui blended financing telah banyak dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Contohnya program pembangunan pembangkit mikrohidro di Sarolangun, Jambi, misalnya, telah sangat membantu warga

setempat mendapatkan akses listrik,” tuturnya.

Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Prof Deni Noviana turut memberikan sambutan. Ia menyemangati para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dalam memperluas wawasan dan memperdalam ilmu di bidang ekonomi serta keuangan syariah.

Salah satu pembeda pada IESWC 2025 adalah analisis lapangan di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW). Peserta ditugaskan mengidentifikasi permasalahan kawasan tersebut dan memberikan solusi berbasis instrumen keuangan syariah. Dari rangkaian kegiatan ini diharapkan lahir gagasan baru untuk mendukung pengembangan HPGW sekaligus memperkaya perspektif penerapan ekonomi Islam di lapangan.

Program ini juga menghasilkan luaran berupa penguatan kerja sama akademik antara Departemen IES dan CIBEST IPB dengan UKM dan IIUM, serta peningkatan kualitas pendidikan di bidang ekonomi syariah di IPB University. (*/Rz)