Ingin Dalami Ilmu Valuasi Jasa Lingkungan, Alumni Fahutan Ini Kembali ke IPB University, Ambil Program Doktor

Ingin Dalami Ilmu Valuasi Jasa Lingkungan, Alumni Fahutan Ini Kembali ke IPB University, Ambil Program Doktor

Ingin Dalami Ilmu Valuasi Jasa Lingkungan, Alumni Fahutan Ini Kembali ke IPB University, Ambil Program Doktor
Pendidikan

Keinginan untuk belajar langsung dari pakar menjadi alasan utama Hari Nugraha, alumni Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB University, melanjutkan studi doktoral di Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) IPB University. 

Setelah sebelumnya menempuh magister ganda (double degree) di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Jepang, kini ia memilih kembali ke kampus almamaternya untuk studi S3 memperdalam ilmu valuasi jasa lingkungan.

“IPB University adalah kampus pertama saya. Kembali ke sini seperti pulang ke rumah, meski dengan program studi yang berbeda dari saat S1,” ujar Hari.

Ketertarikan Hari pada bidang valuasi jasa lingkungan berawal dari penelitian tesisnya di jenjang magister. Topik tersebut mencakup penyediaan air, perlindungan dari erosi atau longsor, hingga polinasi lebah. Dalam prosesnya, ia banyak merujuk karya para dosen IPB University, termasuk Prof Akhmad Fauzi yang dikenal sebagai pakar di bidang valuasi jasa lingkungan.

“Saat ini saya tertarik mendalami valuasi jasa lingkungan terkait penggunaan kawasan hutan, misalnya pertambangan di dalam kawasan hutan. Belajar langsung pada ahlinya di IPB University menjadi nilai tambah yang sangat penting,” ungkapnya.

Selain alasan akademik, Hari juga mengakui adanya perkembangan fasilitas kampus yang jauh lebih baik dibanding masa kuliahnya pada 2002–2008. Saat menghadiri kolokium di PSL, ia merasakan suasana ruang kuliah yang lebih nyaman, sarana pendukung yang bersih, serta infrastruktur akademik yang memadai.  “Perubahannya sangat terasa. Lingkungan belajar sekarang jauh lebih kondusif,” kata Hari.

Bagi Hari, IPB University bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring akademik yang kuat. Interaksi dengan para dosen dan sesama mahasiswa lintas disiplin membuka peluang kolaborasi penelitian yang dapat menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ia juga menilai, keunggulan IPB University dalam riset dan publikasi internasional menjadi salah satu daya tarik utama. Hal ini membuatnya yakin bahwa hasil penelitiannya nanti tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tetapi juga memberi kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan global.

Ke depan, Hari berharap ilmu yang ia peroleh dapat diterapkan dalam perumusan kebijakan berbasis keilmuan, baik di sektor pemerintahan maupun praktisi. “Saya ingin kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan sains kebijakan atau policy science, sehingga lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (Fj)