IPB University dan Bank Mandiri Luncurkan Program Pengembangan Ekosistem Kopi di Desa Wangunjaya Garut
IPB University bersama Bank Mandiri resmi meluncurkan Program Inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk pengembangan ekosistem desa berbasis budi daya kopi di Kabupaten Garut.
Kick off program ini dilaksanakan pada Selasa (19/8) di Stasiun Pengolahan Kopi Desa Wangunjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, dengan mengusung tema “Akselerasi Ekosistem Bisnis di Garut: Inovasi, Kemitraan, dan Keberlanjutan.”
Program kerja sama IPB University dan Bank Mandiri bertujuan mengembangkan ekosistem bisnis kopi di Kabupaten Garut melalui pembentukan Stasiun Pengolahan Kopi sebagai pusat belajar, produksi, dan pengembangan masyarakat.
Program ini memberikan fasilitas pengolahan serta pendampingan guna meningkatkan kualitas dan daya saing kopi lokal hingga level nasional bahkan internasional.
Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat rantai pasok kopi, meningkatkan nilai tambah hasil hutan karbon produktif, sekaligus menciptakan model bisnis berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“IPB University terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Pengembangan komoditas kopi jenis robusta seluas 250 ha di Kabupaten Garut melibatkan sebanyak sekitar 500 petani,” kata Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim saat peresmian.
“Dengan fasilitasi yang telah diberikan Bank Mandiri berupa solar dome dryer, mesin pulper, mesin huller, dan alat pendukung lainnya, kami berharap melalui kolaborasi ini, ekosistem bisnis kopi di Garut dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi global,” imbuhnya.
Sementara itu, Hilmi selaku Region Bank Mandiri Garut menegaskan bahwa program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Kami percaya bahwa sektor kopi memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
“Melalui kerja sama dengan IPB University dan kelompok tani, Bank Mandiri ingin menghadirkan akses, pendampingan, serta dukungan yang dapat meningkatkan produktivitas dan memperluas jaringan pemasaran kopi Garut. Harapannya, inisiatif ini dapat memberikan dampak sosial yang nyata dan berkesinambungan,” ungkapnya.
Melik Sulaksana, anggota Koperasi Al Bayyinah Sejahtera Jaya Mekar, yang menaungi para petani kopi di Desa Wangunjaya, menyampaikan rasa syukur dan optimisme terhadap program ini, “Bagi kami, program ini adalah peluang besar untuk belajar, berkembang, dan memperbaiki kualitas kopi Garut.”
“Selama ini tantangan utama kami ada pada pascapanen dan pemasaran, sehingga pendampingan dari IPB University dan dukungan Bank Mandiri sangat berarti. Kami berharap dengan adanya program ini, kopi Garut bisa lebih dikenal luas dan memberikan kesejahteraan bagi petani,” tuturnya.
Dengan terlaksananya program ini, kolaborasi antara IPB University, Bank Mandiri, koperasi, pemerintah daerah, serta masyarakat diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekosistem bisnis berbasis pertanian yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus mengukuhkan peran Garut sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Indonesia. (*/Rz)

