IPB University Tuan Rumah Seminar Internasional Biokimia, Ratusan Ilmuwan Dorong Pendekatan Multidisipliner
IPB University melalui Departemen Biokimia menjadi tuan rumah pelaksanaan The 3rd International Seminar in conjunction with The 28th Annual National Conference yang diselenggarakan oleh The Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology (ISBMB) di IPB International Convention Center, Bogor (25-27/6).
Forum ilmiah ini mengusung tema “Synergizing Agriculture, Marine Science, and Health Through Biochemistry”. Kegiatan ini menghadirkan 270 peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, serta sektor swasta nasional maupun internasional.
Ketua pelaksana, Dr Dimas Andrianto menyambut para peserta dengan penuh antusias. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini mencerminkan dedikasi kuat dan semangat kolaboratif ISBMB.
“Kami sangat bangga bisa menyelenggarakan seminar ini kembali di Bogor,” ucapnya. Seminar ini, lanjutnya, menjadi refleksi atas kebutuhan mendesak dalam pendekatan multidisipliner untuk menghadapi tantangan global.
Dalam sambutannya, Dr Dimas juga melaporkan bahwa rangkaian seminar telah dimulai dengan lokakarya genomik mengenai metagenomics mikrobioma tanah. “Kami berharap juga kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas ilmuwan biokimia, khususnya yang berfokus pada metagenomik,” tambahnya.
Rektor IPB University, Prof Arif Satria, mengatakan bahwa biokimia merupakan landasan inovasi di berbagai sektor seperti kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, lingkungan, hingga bioteknologi.
“IPB University terus berkomitmen menjadi pusat unggulan dalam penelitian transformasional dan pembinaan generasi ilmuwan masa depan,” katanya.
Prof Arif menjelaskan bahwa IPB University dikenal atas pendekatan interdisipliner di bidang ilmu hayati. Fakultas dan pusat riset IPB University mengintegrasikan kimia, biologi, bioteknologi, dan ilmu lingkungan dalam mencari solusi nyata, seperti peningkatan nutrisi tanaman hingga pengembangan farmasi berbasis tumbuhan.
Departemen Biokimia IPB University juga memiliki kontribusi besar dalam bidang enzimologi, biologi molekuler, biokimia produk alam, dan metabolic engineering. Departemen ini telah membuka program sarjana, magister, dan doktor biokimia yang telah terakreditasi nasional oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (Lamsama) dan internasional oleh Accreditation Agency for Degree Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics (ASIIN).
“IPB University adalah pemimpin nasional dalam biokimia produk alam,” imbuhnya. Berbekal kekayaan biodiversitas Indonesia, lanjut Prof Arif, para peneliti IPB University mengeksplorasi senyawa bioaktif dari tumbuhan obat, organisme laut, dan limbah agroindustri untuk menemukan antioksidan, agen anti-inflamasi, hingga inhibitor enzim yang potensial menjadi obat dan nutraceuticals.
Ketua Umum ISBMB, Prof Zeily Nurachman mengatakan bahwa kemajuan biokimia sangat tergantung pada kolaborasi lintas disiplin. “Dalam dunia yang terus berubah cepat, sains tidak bisa berkembang dalam isolasi. Pertanian, kelautan, dan kesehatan saling terkait erat dan semuanya bergantung pada presisi biokimia,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kita hadir di sini bukan hanya sebagai akademisi, tapi sebagai pembaharu dalam menjawab kebutuhan nyata dunia. Biokimia bukan sekadar ilmu, tetapi sebuah keharusan untuk masa depan yang berkelanjutan,” katanya.
Simposium ini juga menghadirkan Kepala Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, A Rita Tisiana Dwi Kuswardani; dan Kepala Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Indri Rooslamiati Supriadi.
Selain itu, dalam simposium ini juga mendatangkan tamu kehormatan diantaranya, Prof Thomas Gunter Pomorski dari Bochum University, Jerman; Dr Keni Vidilaseris, University of Helsinki, Finlandia; dan Prof Suzuki Toshisada dari Kagawa University, Jepang. (dr)

