Pakar Arsitektur Lanskap IPB University: Lingkungan Asri Kampus Harus Nyaman, Aman, dan Berkelanjutan
Pakar Arsitektur Lanskap IPB University, Prof Hadi Susilo Arifin, menegaskan bahwa lingkungan kampus yang asri bukan sekadar soal keindahan visual, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keamanan fisik serta psikis bagi seluruh civitas academica. Hal tersebut ia sampaikan disela-sela kesibukannya, Jumat (13/6).
“Lingkungan asri harus seimbang, indah secara estetika, tetapi juga bermanfaat secara fungsional,” ujar Prof Hadi dalam pernyataan resminya. Ia menekankan bahwa lingkungan kampus yang sehat berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesehatan, tidak hanya bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga tenaga kependidikan serta pengunjung kampus.
Menurut Prof Hadi, kampus tidak bisa berdiri sendiri sebagai “menara gading”, melainkan harus terhubung dengan lingkungan sekitarnya. Aksesibilitas, hunian mahasiswa yang layak, serta infrastruktur yang mendukung seperti perumahan/tempat kost/apartemen mahasiswa yang baik, bersih, sehat, tidak kumuh merupakan bagian dari ekosistem kampus asri.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi dalam pelaksanaan program peduli lingkungan di tingkat universitas, mulai dari perencanaan, operasional, hingga evaluasi. Kesadaran lingkungan, tambahnya, mesti menjadi budaya yang mengakar.
Sebagai contoh penerapan prinsip keberlanjutan, IPB University telah melakukan revitalisasi situ dan pembuatan situ baru sebagai upaya pemanenan air hujan. Prof Hadi juga mendorong pengembangan rain garden skala kampus dengan skala luas area yang representatif, dan pemanfaatan panel surya secara luas, sebagaimana dilakukan oleh Chulalongkorn University dengan rain garden-nya di Thailand, dan Tokyo University of Agriculture Technology dengan panel suryanya di Jepang.
Meski mengakui adanya tantangan, Prof Hadi melihat peluang besar yang dimiliki IPB University. “IPB University bisa menggaet alumni, pemerintah, dan sektor swasta untuk mendukung program lingkungan. Namun, itu semua butuh master plan manajemen lingkungan kampus yang jelas dan terstruktur,” katanya.
Prof Hadi juga menekankan bahwa prinsip lingkungan asri harus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. “Hemat lahan, hemat bahan, dan hemat energi. Ini bukan hanya slogan, tapi harus jadi praktik nyata,” ujarnya.
Lingkungan kampus yang asri, menurutnya, akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup civitas academica. “Dengan sistem transportasi kampus yang baik, area parkir terpadu, dan jalur pedestrian serta jalur sepeda yang nyaman, kita bisa mengurangi stres, emisi karbon, dan biaya,” jelasnya.
Sebagai penutup, Prof Hadi mendorong agar isu lingkungan asri diintegrasikan ke dalam pendidikan karakter mahasiswa. “Penerimaan mahasiswa baru adalah momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan, baik dalam kehidupan kampus maupun masyarakat luas,” tutupnya. (dh)

