IPB University Raih Pendanaan BIMA Terbanyak 2025, Wujud Komitmen terhadap Riset Berdampak

IPB University Raih Pendanaan BIMA Terbanyak 2025, Wujud Komitmen terhadap Riset Berdampak

IPB University Raih Pendanaan BIMA Terbanyak 2025, Wujud Komitmen terhadap Riset Berdampak
Berita

IPB University kembali mencatat prestasi membanggakan di bidang riset dan pengabdian masyarakat. Pada tahun 2025, IPB University menjadi perguruan tinggi dengan jumlah proposal terbanyak yang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam skema Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA).

Jumlah penelitian yang didanai dari IPB University mencapai 386 proposal, mengungguli Universitas Gadjah Mada sebanyak 268 proposal dan Institut Teknologi Sepuluh November sebanyak 232 proposal. Capaian ini sekaligus menjadi bukti kuatnya ekosistem riset di IPB University yang berkarakter dan berbasis output.

Direktur Riset dan Inovasi IPB University, Prof Sugeng Heri Suseno, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja sistematis dan kolaboratif seluruh elemen kampus.

“Riset di IPB University sudah kuat karakter, budaya, dan atmosfernya. Kami hanya memfasilitasi dosen sebanyak mungkin agar mau dan mampu membuat proposal BIMA. Kami yakinkan bahwa penelitian dengan skema BIMA itu mudah dari sisi administrasi karena berbasis output,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Sugeng menyebut IPB University membentuk tim khusus BIMA yang menjalankan sosialisasi internal hingga 3-5 gelombang. Tak hanya itu, seluruh Asisten Direktur, Supervisor, dan staf Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) turut dilibatkan secara aktif untuk mendampingi 827 proposal sebelum di-submit. Mereka melakukan pengecekan penulisan agar proposal tidak gugur di seleksi administrasi, dan memastikan seluruhnya sesuai panduan.

“Pendampingan ini membuat proposal layak di-submit dan kemudian kami approval ke Dikti. Kami juga berkomunikasi intensif dengan peneliti saat monitoring substansi dan lapang. Kami pun ikut memberi contoh langsung dengan tetap membuat proposal meski dalam kesibukan tinggi,” lanjutnya.

Kebijakan riset IPB University juga diarahkan untuk memberikan ruang dan dukungan kepada dosen muda. Hasilnya, sebanyak 80 judul riset BIMA berasal dari peneliti muda. IPB University juga terus menguatkan kolaborasi riset nasional dan internasional serta fasilitas riset melalui Advance Lab dan laboratorium terpadu.

“Riset IPB University diarahkan untuk mendukung hilirisasi dan komersialisasi. Penelitian dasar (Tingkat Kesiapan Teknologi/TKT 1–3) harus mengalir ke pengembangan (TKT 7–9). Pendekatan agromaritim 4.0 juga jadi pijakan dalam mendesain kebijakan riset, baik untuk pendanaan internal maupun eksternal,” imbuhnya.

Untuk memastikan riset benar-benar berdampak, lanjut Prof Sugeng, IPB University rutin melakukan monitoring lapang dan bertemu langsung dengan mitra pengguna hasil penelitian. Selain itu, peluncuran hasil riset dilakukan melalui kegiatan diseminasi dengan melibatkan media nasional.

“Dengan diseminasi ini, masyarakat dan pengguna dapat langsung menghubungi peneliti untuk memanfaatkan inovasi,” ucapnya. (dr)