Menuju Reputasi Global, IPB University Gelar Workshop ‘Strategic Brand Communication’

Menuju Reputasi Global, IPB University Gelar Workshop ‘Strategic Brand Communication’

Menuju Reputasi Global, IPB University Gelar Workshop Strategic Brand Communication
Berita

Sebagai langkah strategis memperkuat reputasi institusi di tingkat global, IPB University menggelar Workshop Strategic Brand Communication selama tiga hari (10–12 Juni) di Kampus Dramaga. Kegiatan ini mencakup tiga pelatihan utama: Brand Foundation, Visual Brand Guide, dan Pengelolaan Media Sosial.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses perbaikan berkelanjutan yang dilakukan IPB University. 

“Tahun ini semoga kita semakin membaik. Upaya perbaikan dilakukan secara paralel, dan kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk menerima masukan dari Bapak dan Ibu semua terkait branding untuk IPB University,” ujarnya.

Menurut Prof Iskandar, branding institusi kini menjadi kebutuhan strategis, tidak hanya untuk membangun citra, tetapi juga untuk mendukung pencapaian peringkat internasional.

“IPB University terus melakukan branding, termasuk melalui skema pemeringkatan dunia. Namun, hal ini juga harus sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), termasuk dalam penyesuaian tagline yang baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, Rencana Strategis (Renstra) IPB University telah menetapkan dua target pemeringkatan utama, yakni QS World University Rankings (WUR) dan The Impact Rankings yang berfokus pada 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs).

Saat ini, IPB University juga telah menempati posisi ke-426 dunia dalam QS WUR. Khusus untuk By Subject Agriculture and Forestry, IPB University menempati peringkat ke-49 dunia, yang menunjukkan reputasi global yang kuat dalam keilmuan pertanian.

Sementara itu, Ahli Brand dan Komunikasi, Kandi Windoe mengatakan pentingnya brand equity bagi perguruan tinggi sebagai fondasi reputasi jangka panjang. “Brand bukan hanya logo dan warna, tetapi tentang persepsi dan dampak yang konsisten dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan mulai dari mahasiswa, dosen, alumni, industri, dan masyarakat,” ujarnya.

Proses penguatan brand IPB University, lanjut Kandi, dilakukan melalui tiga fase utama: brand discovery, strategy development, dan action planning. Seluruh pendekatan dilandaskan pada hasil audit persepsi internal dan eksternal, analisis visual komunikasi, serta kajian komparatif dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

“Nilai-nilai seperti keberlanjutan, inovasi, dan kolaborasi global juga menjadi landasan dalam membentuk brand essence yang kuat,” ucapnya. (dr)