Pakar IPB University Wakili Indonesia Garap Revisi ITTO Guideline – Draf Strategi Pengelolaan Kebakaran Hutan

Pakar IPB University Wakili Indonesia Garap Revisi ITTO Guideline – Draf Strategi Pengelolaan Kebakaran Hutan

Pakar IPB University Wakili Indonesia Garap Revisi ITTO Guideline - Draf Strategi Pengelolaan Kebakaran Hutan
Berita

Kebakaran hutan dan kabut asap merupakan bencana yang sering terjadi di negara Asia Tenggara. Masalah ini memunculkan inisiatif dari organisasi internasional untuk menciptakan forum yang berfokus untuk membahas pengelolaan kebakaran hutan di wilayah-wilayah rawan, termasuk Indonesia.

Perjalanan panjang pemerintah Indonesia dalam merumuskan rencana aksi bermula sejak tahun 1992, pasca kejadian kabut asap tahun 1991 di Asia Tenggara yang sebagian besar disebabkan oleh kebakaran yang terjadi di kepulauan Indonesia. Hingga akhirnya, pada 1997 terciptalah Pedoman Nasional tentang Perlindungan Hutan dari Kebakaran yang disponsori oleh International Tropical Timber Organization (ITTO).

Menurut Pakar Kebakaran Hutan IPB University, Prof Bambang Hero Saharjo, pedoman tentang pengelolaan kebakaran di hutan tropis merupakan satu langkah lagi dari ITTO untuk membantu pengelola hutan dan perencana nasional mengatasi masalah yang dihadapi dalam mencapai pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

“Tantangannya sekarang terletak pada penggabungan pedoman ini ke dalam rencana aksi nasional dan untuk implementasinya yang efektif,” ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University ini.

Pada Juli 2024 ini, ITTO bekerja sama dengan Food And Agriculture Organization (FAO) menghadirkan 22 ahli kebakaran hutan dan lahan dunia, termasuk salah satunya Pakar Kebakaran Hutan IPB University, Prof Bambang Hero Saharjo. Prof Bambang mewakili Indonesia untuk merumuskan revisi terhadap ITTO guidelines agar dapat menyesuaikan dengan kondisi terkini.

Ketua tim revisi, Prof Johann G Goldammer (Global Fire Monitoring Center) mengusulkan untuk mengubah dari judul awal ITTO Guidelines on Fire Management in Tropical Forests (1997) menjadi ITTO Guidelines on Integrated Fire Management in Tropical Forests and Surrounding Natural and Cultural Landscapes.

Prof Johann merupakan inisiator edisi awal bersama dengan Ir Syafii Manan, MSc; didukung oleh Prof Bambang Hero Saharjo (wakil dari Indonesia), Dr Lucy Amissah (Ghana), dan Dr Maria Isabel Manta Nolasco (Peru). Pembahasan draf pertama dilakukan di Ruang Nigeria, FAO, Roma, Italia (25/7), dipimpin langsung oleh Ms Jennifer Conje, Director Forest Management Division ITTO.

Prof Bambang menjelaskan bahwa saat perumusan revisi berlangsung, sempat ada perdebatan di antara para ahli akibat adanya multitafsir mengenai isi dan judul guidelines dari revisi yang sedang disusun.

“Memang sempat terjadi perdebatan di antara peserta yang hadir baik terhadap judul maupun isi dari guidelines yang menyangkut 8 topik, 28 prinsip dan 29 rencana aksi karena adanya multitafsir dari para ahli mengenai pedoman tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam perumusan revisi ITTO guidelines ini, para ahli juga dapat memberikan masukan melalui track changes yang ditujukan kepada ketua tim revisi untuk selanjutnya dikaji dan disepakati bersama.

Dengan dihadirkannya berbagai ahli di bidang kebakaran hutan dan lahan, revisi ITTO Guidelines ini diharapkan dapat rampung dan disahkan tahun 2024 ini. (*/Fajar/Rz)