Tingkatkan Kerja Sama Internasional dan Kreativitas Mahasiswa, Sekolah Vokasi IPB University Gelar The 5th Summer Course
Sekolah Vokasi IPB University kembali menyelenggarakan rangkaian Summer Course tahun 2023 yang dibuka dengan Webinar Internasional bertajuk ‘The Inclusivity in Socio-Economic and Environment for Sustainable Agro-Maritime’. Tema tersebut diambil dengan harapan, bahwa para peserta dapat memahami bagaimana sistem perekonomian dan pemanfaatan lingkungan dalam lingkup agromaritim berkelanjutan.
Dr Wawan Oktariza, Wakil Dekan Sekolah Vokasi IPB University bidang Sumberdaya, Kerjasama dan pengembangan menyampaikan bahwa dunia agribisnis saat ini sangat berpotensi untuk menghasilkan berbagai profesi dan inovasi. Karenanya ia berharap webinar ini dapat meningkatkan tingkat kreativitas yang juga membuka peluang usaha bagi masyarakat maupun industri.
“Semoga summer course ini dapat memberikan dampak luar biasa baik dari segi ekonomi, agrikultur hingga lingkungan. Webinar ini juga menyajikan pengalaman, pemahaman hingga wawasan yang lebih luas mengenai keberlanjutan agrikultur. Sistem ekonomi sirkular sebagai upaya untuk mewujudkan zero waste dari aktivitas agroindustri menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Prof drh Deni Noviana, Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan dalam sambutannya mengatakan, agrikultur patut berpedoman pada rangkaian ekonomi sirkular sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan menjadi acuan ekonomi yang baik bagi produk-produk agrikultur manapun. Menurutnya, webinar ini bisa sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian jika output yang diserap oleh peserta, dijadikan batu loncatan dalam memproduksi produk zero waste.
Peserta summer course berasal dari berbagai universitas di beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, Kazakhstan, India dan Indonesia. Beberapa universitas yang berpartisipasi antara lain IPB University sebagai host, Politeknik Ungku Omar, Tarlac Agricultural University, Mariano Marcos State University, Kolej Komuniti Sungai Petani, Suleyman Demiral University dan Universitas Negeri Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Dr Marie France Que-Jalao dari Regional Field Office (RFO) IX Department of Agriculture, Filipina menyampaikan peran badan regulasi dalam produksi ternak berkelanjutan. Fokus utama diskusi ini adalah profil negara/regional tentang wilayah semenanjung Zamboanga di Filipina, Philippine DA RFO dan kegiatan regulasi disana.
Prof Arief Darjanto selaku Guru Besar IPB University dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen menjelaskan bagaimana petani mengelola sumber daya dan menghadapi perjuangan yang sering dialami mereka. “Di era digital ini, petani harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satunya yakni berkolaborasi dengan banyak pihak, seperti lembaga pendidikan, pemerintah dan perusahaan,” jelasnya.
Dr Mohamed Elsayed MA Megahed, Fishery Officer (Mariculture) at Food and Agriculture Organization (FAO) menjelaskan tentang pemanfaatan potensi sistem pertanian perairan untuk masyarakat miskin dan rentan. Misalnya seperti mengurangi kemiskinan dan kelaparan dengan meningkatkan perikanan akuakultur serta memberikan solusi perikanan dan akuakultur di negara-negara berkembang. Hal ini tentunya menjadi informasi yang menginspirasi dan penuh ilmu dalam dunia akuakultur. (*/Rz)
