UN Decade of Ocean Science Dukung Kegiatan Ekspedisi Kelautan BUDEE di Perairan Banggai Maluku
Guru Besar IPB University, Prof Agus Saleh Atmadipoera belum lama ini menorehkan prestasi membanggakan di kancah global. Sosok koordinator ekspedisi kelautan Banggai Upwelling Dynamics and Ecosystem Experiment (BUDEE) ini menyebutkan bahwa program kolaboratif ini telah mendapatkan dukungan resmi dari Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) WESTPAC.
Program kolaboratif BUDEE mendapat dukungan sebagai the United Nations (UN) Ocean Decade Program UN 24: Explore the Strongest Ocean Current in the Western Pacific: The 2nd Cooperative Study of Kuroshio and Adjacent Regions – From Its Sciences To Human Well Beings (CSK-2).
Dalam surat resmi yang diterima oleh tim ekspedisi BUDEE, UN Decade of Ocean Science mengakui dan mengapresiasi upaya BUDEE yang berkelanjutan dan sinergis dalam mengembangkan studi kooperatif Kuroshio untuk memperluas khazanah pengetahuan menuju pembangunan berkelanjutan. Endorsement ini memberikan dukungan yang kuat untuk kegiatan penelitian yang dilakukan oleh tim ekspedisi.
“Suatu penghargaan yang luar biasa terhadap tim BUDEE. Ini merupakan apresiasi yang tinggi dari IOC-WESTPAC untuk masuk ke endorsement resmi. Artinya semua kegiatan kita nantinya akan lebih terstruktur dalam pelaporannya agar lebih memenuhi kriteria yang diminta dari UN Decades of Ocean Sciences,” ujarnya. Prof Agus sendiri diminta untuk meng-update kegiatan yang sedang dilakukan dan mengirimkan kembali ke sekretariat IOC WESTPAC.
Dengan adanya endorsement resmi dari UN Decade of Ocean Science, kegiatan ekspedisi kelautan BUDEE semakin mendapatkan pengakuan dan dukungan global. Prof Agus berharap temuan dan data yang dikumpulkan selama ekspedisi BUDEE dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan rekomendasi kebijakan yang efektif dalam melestarikan dan mengelola sumber daya kelautan di wilayah ini.
Selain itu, Prof Agus percaya bahwa melalui beragam kegiatan yang direncanakan dalam BUDEE seperti pelayaran, workshop dan training, joint-lab analysis dan co-supervisors turut mendukung rencana IPB 5.0: Resilien, Transformatif dan Berkelanjutan.
“BUDEE merupakan langkah yang sejalan dengan visi IPB University sebagai techno-socio entrepreneurial university yang unggul di tingkat global pada bidang pertanian, kelautan, biosains tropika. Tentunya program ini akan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dalam masyarakat,” ujarnya.
“Keterlibatan IPB University dalam program BUDEE bersama dengan sejumlah instansi lain merupakan bentuk upaya membangun ketahanan dan keberlanjutan dalam konteks pengelolaan sumber daya kelautan,” ujar Prof Agus.
Kerangka waktu pelaksanaan program BUDEE telah dimulai sejak September 2022 yang diawali dengan pelayaran (BUDEE Cruise 1) dan dirancang hingga tahun 2025. Pelayaran kedua (BUDEE Cruise 2) direncanakan pada tahun 2024 mendatang.
Bersama dengan sejumlah instansi yang terlibat seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia dan Universitas Pattimura, tim ekspedisi BUDEE merancang studi multidisiplin terhadap dinamika upwelling dan ekosistem laut di Perairan Banggai yang meliputi oseanografi fisik dan biogeokimiawi, paleo-upwelling, ikhtioplankton dan eDNA plankton, akustik perikanan dan pencemaran mikroplastik.
“Ketersediaan literatur berkaitan dengan kondisi oseanografi dan ekosistem laut di Perairan Banggai cukup terbatas. Hal ini mendasari kami (tim BUDEE) untuk melakukan studi secara komprehensif dengan pendekatan multidisiplin,” lanjut Prof Agus dalam wawancara beberapa waktu lalu.
Guru Besar IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini menjelaskan bahwa data-data yang dikumpulkan juga dapat memberikan wawasan tentang rekonstruksi pola upwelling iklim di masa lalu. Upaya ini dilakukan dengan menganalisis stratifikasi sedimen dan menghubungkannya dengan tingkat kelimpahan upwelling pada periode masa lampau.
Upwelling sendiri merupakan salah satu proses oseanografi yang berperan penting dalam perikanan. Mengingat Perairan Banggai memiliki potensi perikanan yang tinggi dan termasuk dalam kawasan industri maritim di Sulawesi Tengah, pemahaman yang baik tentang proses upwelling dan perikanan menjadi penting untuk dapat merumuskan strategi pengelolaan perikanan yang lebih efektif di Perairan Banggai. (RAT/Rz)
