Lebarkan Kerja Sama di Timur Tengah, IPB University Bangun Komunikasi dengan Atdikbud Riyadh
IPB University berencana memperkuat jaringan kerja sama bidang pertanian di level Asia, khususnya di Arab Saudi. Demi mencapai target tersebut, IPB University menggelar meeting koordinasi secara daring bersama Badrus Sholeh PhD, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh (25/7).
Direktur Kerjasama IPB University, Dr Jaenal Effendi berperan sebagai penghubung utama, memfasilitasi komunikasi dengan Duta Besar RI untuk membentuk kemitraan kolaboratif dengan tujuh universitas paling berpengaruh di Arab Saudi. Ia menginisiasi pertemuan secara daring dan memimpin sesi tersebut sebagai moderator.
Prof Iskandar Z Siregar, Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni dalam sambutannya menyampaikan, IPB University memiliki beberapa agenda strategis untuk lima tahun ke depan. Salah satunya penyempurnaan infrastruktur Science Techno Park (STP) yang disambut baik oleh National University Singapore (NUS).
“IPB University berniat melebarkan jaringan kolaborasi di level Asia dengan memprioritaskan indikator kinerja utama (IKU) terlebih dulu. Di Asia Tenggara, IPB University juga berkolaborasi dengan berbagai forum, salah satunya Asia Hub dan Asia University of Forum, sedangkan wilayah Timur Tengah baru akan direalisasikan,” tuturnya.
Diskusi bersama Atdikbud Arab Saudi dilakukan untuk menggali informasi dan potensi negara tersebut dengan efektif. Kata Prof Iskandar, inisiasi jejaring di Timur Tengah harus memahami kondisi di sana dan memanfaatkan potensi yang ada.
“Ada beberapa kegiatan yang saat ini sudah berlangsung juga dengan wilayah Timur Tengah, salah satunya kunjungan Dubes Kuwait ke IPB University beberapa waktu lalu. Kemudian juga kerja sama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dengan Al Yasin Agriculture dalam bidang perikanan,” terangnya.
Prof drh Deni Noviana, Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan juga menyinggung terkait student exchange melalui skema Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) dan non IISMA. “Peluang beasiswa hingga S3 dan kesempatan menunaikan ibadah umrah dapat menjadi daya tarik bagi mahasiswa,” kata dia.
“IPB University juga sedang menjajaki kerja sama dengan King Faisal University,” terang Prof Dodik Ridho Nurrochmat, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University. Profil universitasnya yang bergerak di bidang pertanian sangat dekat dengan IPB University.
Ia menyebut, IPB University sudah cukup lama mempersiapkan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Saudi. Namun demikian, kepakaran IPB University dikenal dengan ahli-ahli pertanian di Timur Tengah. “Tenaga ahli raja dan sultan juga dari IPB University,” imbuhnya.
Dia berharap bukan hanya mahasiswa IPB University yang melanjutkan studi ke Timur Tengah, tetapi mahasiswa dari Timur Tengah juga bisa berkuliah di IPB University.
Dalam diskusi tersebut Prof Fredinan Yulianda, Dekan IPB University menambahkan, kerja sama FPIK IPB di bidang perikanan dengan Al Yasin Agriculture memerlukan dukungan Atdikbud dari sisi fasilitas infrastruktur.
Dr Irfan Syauqi Beik, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University juga berharap bantuan dari Atdikbud dari sisi akses percepatan proses kerja sama dalam jalur diplomatik. “Selain mendorong pengembangan pertanian dan jaringan bisnis, kerja sama dengan Arab Saudi juga dapat mendorong IPB University sebagai pusat halal terbesar se-Asia Tenggara,” pungkasnya. (MW/Rz)
