Dorong Inovasi Smart Agro-Industry, Sekolah Vokasi IPB University Hadirkan 4 Pembicara Luar Negeri

Dorong Inovasi Smart Agro-Industry, Sekolah Vokasi IPB University Hadirkan 4 Pembicara Luar Negeri

dorong-inovasi-smart-agro-industry-sekolah-vokasi-ipb-university-hadirkan-4-pembicara-luar-negeri-news
Berita

Sekolah Vokasi IPB University mengadakan Webinar Series berjudul ‘The 4th Smart Agro-Industry 4.0 in The Tropical Country: Agro-Maritime Innovation on Techno-Sociopreneurship’. Webinar ini dihadiri oleh 140 peserta dari berbagai universitas dalam dan luar negeri. Kegiatan ini juga mengundang narasumber dari Belanda, Brazil, Italia dan Malaysia untuk berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan, sesuai dengan profesi yang mereka tekuni.

Dr Loes Witteveen dari Van Hall Larenstein University of Applied Sciences memaparkan mengenai information and communications technology (ICT) design and development of rural learning, communication and advisory services di Belanda. Dalam materinya, Dr Loes menjelaskan tentang tata cara pembuatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempermudah komunikasi dan pekerjaan petani.

“Dengan teknologi ini petani bisa mudah berinteraksi melalui mobile phone dan dapat menjangkau semua stakeholder. Selain itu, kami juga menciptakan prototype sebagai media untuk mengedukasi petani dan mempermudah pekerjaan petani. Metode mengajar yang kami lakukan salah satunya dengan mengadakan workshop untuk menjelaskan bagaimana cara menggunakan prototype tersebut,” paparnya.

Matheus Henrique Spinardi, seorang peternak sapi di Brazil menjelaskan dan memperlihatkan kondisi peternakannya kepada peserta. Menurunya, merawat sapi-sapi tidaklah mudah. Karena itu, ia menggunakan beberapa alat khusus untuk merawat sapinya seperti mesin pemerah susu dan aplikasi untuk mengontrol sapi ternaknya.

“Melalui aplikasi tersebut, kita bisa melihat kondisi sapi. Apabila terdapat sapi yang sakit, akan ada alarm yang menyala di aplikasi sehingga bisa langsung mengecek kondisinya,” ulas dia. Matheus juga membagikan cara merawat sapi dan cara penggunaan mesin pemerah susu.

Hadir pula Noelia Castillejo Montoya dari Department of Agricultural Sciences, Food, Natural, Resource and Engineering di Frescon Tech PC. Pada momen tersebut ia menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi dan sudut pandang perkembangan smoothie. 

Dalam presentasinya, ia menjelaskan tentang produk yang sehat seperti sayur dan buah. “Mengonsumsi makanan sehat haruslah menjadi lifestyle. Kita harus bisa menghasilkan produk yang dapat menarik perhatian orang untuk memilih makanan sehat dengan bahan alami dan dapat dikonsumsi secara praktis,” urai wanita asal Italia ini.

Pembuatan smoothie, lanjut dia, dibagi dalam beberapa segmentasi yaitu smoothie buah dan sayur. Ia lalu menciptakan teknologi untuk membuat produk smoothie agar semua orang bisa menerapkan hidup sehat dengan membuat produk berbahan dasar sayur dan buah lebih menarik. 

“Smoothie dibuat dari buah dan sayur yang dicampur dengan bahan sehat alami lainnya seperti spirulina. Smoothie tersebut dibuat dengan memperhatikan kualitas mulai dari temperatur udara hingga pengolahan, sehingga nutrisi yang terkandung di dalamnya tidak hilang,” katanya.

Pemateri lainnya datang dari Villanova University America, yakni Dr Justinus A Satrio. Ia mengutarakan tentang Nexus Water Energy Food (WEF) melalui pertanian cerdas untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Terdapat tiga elemen penting demi keberlangsungan kehidupan agrikultur yang tergabung dalam Nexus yakni elemen air, energi dan pangan. Ketiganya akan saling ketergantungan satu sama lain. Air menjadi salah satu elemen yang sangat mempengaruhi elemen lainnya. Air dapat membuat makanan dan menghasilkan energi,” tandasnya. (*/Rz)