Pastikan Daging Kurban Aman Dikonsumsi, Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University Buat Program Kurban Kontrol
Kelompok Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University di desa Sukawening, Kabupaten Bogor mengadakan program Kurban Kontrol yang bertujuan untuk mengawasi pelaksanaan dan pendistribusian hewan kurban. Upaya ini dilakukan agar daging kurban dapat terjamin keamanan, kesehatan dan kebersihannya sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat.
“Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah daging yang dibagikan masyarakat belum terjamin kualitasnya. Terkadang dalam prosesnya belum sesuai dengan aturan yang diterapkan. Bahkan dalam penanganan hewan kurban sering kali menyakiti hewan yang akan disembelih. Oleh karena itu, kontrol ini perlu dilakukan untuk menjamin kualitas dari daging kurban yang dihasilkan,” kata Abdul Haris Zulkarnain, salah satu mahasiswa IPB University anggota KKN-T Inovasi di Desa Sukawening.
Ia menambahkan, sasaran Kurban Kontrol ini adalah panitia pelaksana kurban di Desa Sukawening di beberapa titik, di antaranya di wilayah RW 01 dan RW 03.
“Sebelumnya, mahasiswa IPB University juga sudah melakukan edukasi kepada masyarakat dengan hadir pada musyawarah persiapan penyembelihan hewan kurban. Dengan demikian, proses Kurban Kontrol ini dari jauh hari sudah dapat teridentifikasi dengan baik,” imbuh Haris.
Menurut penuturan Deni selaku ketua panitia kurban di RT 02/RW01, kegiatan mahasiswa IPB University tersebut penting dilakukan untuk menjamin keamanan daging kurban. “Proses pengawasan sejak alur perlakuan hingga pendistribusian akan memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat,” kata dia.
“Kami bekerja sama dengan dokter hewan setempat dan civitas IPB University dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) dalam melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum dan sesudah disembelih. Pemeriksaannya dapat dilihat dari jeroan hewan kurban tersebut,” jelas Haris.
Selain itu, dalam pembungkusan daging kurban, mahasiswa IPB University juga mengedukasi untuk menggunakan plastik yang tidak berbahaya bagi kesehatan, seperti plastik putih atau merah. Daging yang dimasukkan pada kantong plastik juga dibungkus sebelumnya dengan daun pisang agar mencegah adanya bakteri.
“Hewan kurban yang disembelih di dua titik yang kita tentukan, yaitu dua ekor sapi dan empat ekor kambing teridentifikasi sehat dan aman untuk dikonsumsi. Hewan kurban tersebut tidak memiliki penyakit yang dapat mempengaruhi kualitas dari daging kurban,” terang Haris.
Dengan adanya program Kurban Kontrol yang dilakukan di Desa Sukawening, Haris mengharapkan masyarakat dapat merayakan Iduladha 1444H ini dengan tenang. “Semoga program ini tidak hanya diterapkan di Desa Sukawening, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” harapnya. (AHZ/Rz)
