Incubie STP IPB University Raih Akreditasi A
Inkubator Bisnis (Incubie) Science Technology Park (STP) IPB University berhasil mendapatkan Sertifikat Akreditasi Peringkat A (Utama) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) kepada Kepala Sub Direktorat Inkubator Bisnis STP IPB University, Deva Primadia Almada, S.Pi, M.Si dalam Forum Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Nasional di Bali, Agustus lalu.
Dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Iptekdikti Kemenristekdikti, Dr Patdono Suwignjo dalam sambutannya mengemukakan bahwa pemerintah mentargetkan sebanyak 3.500 startup baru dalam kurun waktu lima tahun. Sehingga dibutuhkan peningkatan jumlah dan kualitas IBT yang saat ini baru tercatat berjumlah 130 IBT.
“Pemberian akreditasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan mutu pengelolaan dan pelayanan IBT terhadap tenant secara berkelanjutan. IBT berperan penting dalam mendukung hilirisasi dan peningkatan daya saing hasil penelitian dan pengembangan terutama untuk mengembangkan teknologi yang belum siap pakai agar memenuhi standar produk yang siap dikomersialisasikan,” ujarnya.
Sementara itu, Prof Hadi K Purwadaria sebagai Koordinator Tim Pendamping IBT dalam Program Penguatan Kelembagaan IBT sekaligus narasumber dalam Forum IBT Nasional ini menambahkan bahwa salah satu faktor utama kesuksesan sebuah IBT adalah komitmen, kesunggguhan dan kerja keras dari Pimpinan Lembaga Induk IBT, Kepala/Manajer IBT serta tim manajemen IBT dalam menjalankan kegiatan inkubasi.
IncuBie IPB University setiap tahunnya mendapatkan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dari Kemristekdikti. Selama tiga tahun terakhir (2016-2019) IncuBie telah menginkubasi sebanyak 49 tenant startup dengan usaha di bidang pertanian, pangan, biosains dan kelautan.
Setelah dua tahun masa inkubasi, tenant telah menunjukkan dampak yang cukup signifikan dalam hal jumlah mitra usaha (meningkat 173 %), jumlah tenaga kerja (meningkat 51 %), jumlah omset (meningkat 227 %) dan valuasi bisnis (meningkat 269 %). Program inkubasi meliputi pelatihan (teknis produksi, manajemen usaha, keuangan, promosi dan pemasaran), pendampingan usaha (asistensi pengurusan legalitas usaha, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sertifikasi dan ijin edar produk, promosi dan pemasaran, penyusunan business plan serta business matching untuk mempertemukan tenant dengan calon buyer dan investor.
“Semoga keberadaan IBT mampu menumbuh-kembangkan startup-startup baru yang pada akhirnya mampu menumbuhkan perekonomian bangsa,” ujar Deva Primadia Almada. [stpipb/Zul]
