Prof. Hanny Wijaya Raih Dosen Berprestasi Bidang Sains Teknologi Tingkat IPB
Prof. Dr. Ir. Hanny Wijaya, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi Peringkat I di IPB pada bidang Sains dan Teknologi pada akhir Juli lalu. Terpilihnya Prof. Hanny sebagai Dosen Berprestasi tidak lepas dari sepak terjang dan kiprahnya dalam menghasilkan berbagai inovasi di bidang ilmu pangan dan teknologi pangan.
"Awalnya saya hanya melaksanakan mandat untuk mewakili departemen untuk mengikuti seleksi di tingkat fakultas. Jadi ketika ada pengumuman lolos sebagai Dosen Berprestasi 1 tingkat fakultas rasanya terkejut namun sangat bersyukur sekali dan bahagia karena memperoleh kepercayaan untuk berjuang di tingkat universitas. Apalagi ketika lolos tingkat IPB, sangat tidak menyangka. Alhamdullilah, puji Tuhan. Bangga dan bahagia, namun paham bahwa tugas belum selesai karena masih harus berjuang di tingkat nasional," terangnya.
Prof Hanny menyampaikan bahwa dengan terpilih sebagai dosen berprestasi yang mewakili universitas, ini menjadi tanggung jawab baginya untuk mengharumkan nama IPB di kancah nasional.
Pada tahun 2018, Prof. Hanny memegang posisi penting pada institusi maupun berbagai asosiasi di bidang terkait. Antara lain sebagai Head of Food Chemistry Division Fateta – IPB, Hokkaido University Ambassador, President of Indonesian Society for Functional Foods and Nutraceuticals (ISFFN), President of Indonesian Flavor and Fragrance Association (AFFI). Selain itu, Prof. Hanny juga menjadi peneliti di Biopharmaca Research Center dan Seafast Center Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IPB.
Keterbatasan waktu dengan jadwal yang sangat sibuk, bukanlah menjadi hambatan untuknya dalam berdedikasi. Menurut Prof. Hanny semua orang punya waktu yang sama, yakni 24 jam. Untuk bisa membagi waktu dengan baik, Prof. Hanny akan memilih yang prioritas dengan memanfaatkan waktu se efisien mungkin. Jika ada hal yang bisa diselesaikan secara kerjasama, maka sinergitas dalam "teamwork" menjadi solusinya.
“Yang terpenting adalah kita harus menikmati waktu kita saat bekerja karena jika tidak dinikmati maka akan sulit dikendalikan. Saya juga sangat berterimakasih kepada asisten saya, Mbak Ira, yang dibantu dengan Pak Hendar, yang gigih membantu dalam menyiapkan berkas. Bantuan juga datang dari pimpinan dan tendik Fateta," ungkapnya.
Prof. Hanny telah mendedikasikan dirinya untuk pendidikan anak bangsa sejak lulus dari perguruan tinggi (1982). Selama kurang lebih 36 tahun berkiprah menjadi seorang pendidik sekaligus ilmuwan di bidang ilmu dan teknologi pangan.
Prof Hanny berharap agar ke depannya, bisa terus memberikan manfaat bagi orang lain terutama pada pengembangan teknologi pangan. "Saat ini saya lebih banyak meneliti tentang sumber bahan pangan dari sumber daya alam Indonesia yang dipadukan dengan kearifan lokal. Tujuannya agar bisa dimanfaatkan secara berkesinambungan untuk dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia," tutup Prof Hanny, peracik Permen Minyak Kayu Putih (Cajuputs Candy) ini. (SMH/Zul)
