Dosen IPB University Jadi Perwakilan Indonesia di Young Southeast Asian Leader Initiative, Thailand

Dosen IPB University Jadi Perwakilan Indonesia di Young Southeast Asian Leader Initiative, Thailand

dosen-ipb-university-jadi-perwakilan-indonesia-di-young-southeast-asian-leader-initiative-thailand-news
Berita

Osmaleli, SE, MSi, dosen IPB University dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) terpilih sebagai salah satu peserta kegiatan Young Southeast Asian Leader Initiative (YSEALI) Enviro-Tech Regional. “Saya terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia se-Asia Tenggara/ASEAN,” ungkapnya.

Tujuan acara ini adalah memberdayakan pemimpin muda di ASEAN dan Timor Leste untuk menerapkan solusi teknologi inovatif dalam mengatasi masalah perubahan iklim dan lingkungan. Ada 60 pemimpin pemuda dari kawasan ASEAN dan Timor Leste berkumpul untuk mendapatkan pengetahuan selama enam hari yang berpusat pada pilar pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang dirancang Departemen Luar Negeri AS, Kenan Foundation Asia dan Taman Sains dan Teknologi, Universitas Chiang Mai, Thailand (STeP) ini berfokus memerangi perubahan iklim melalui penerapan praktis teknologi bersih yang inovatif.

“Lebih dari 1.400 pelamar, Anda dipilih karena suatu alasan. Jadi, berbanggalah akan hal itu. Tapi ketahuilah juga bahwa orang yang duduk di kiri dan kanan Anda dipilih karena alasan yang sama. Pastikan Anda memiliki kesempatan untuk berbicara, mengenal satu sama lain dan tetap berhubungan baik,” ujar Lisa A Buzenas, Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Chiang Mai, Thailand.

Para peserta mendapatkan ilmu mengenai konsep Sustainable Development Goals (SDGs), mengikuti kegiatan indoors dan outdoors, melakukan aktivitas pertanian, kehutanan dan pengelolaan sampah yang bersifat rendah karbon dan membangun koneksi di antara para peserta. Tak hanya itu, peserta juga mempelajari konsep lingkungan dan keberlanjutan, pertukaran dan koneksi, pemikiran sistem, tujuan program dan menjadi bagian dari komunitas ASEAN.

Peserta juga menjelajahi Chiang Mai dengan alam yang indah berpadu dengan budaya ‘Lanna’ dan warna kontemporer dengan sempurna. Chiang Mai adalah provinsi yang memiliki banyak wisatawan, baik dari Thailand maupun mancanegara.

Beberapa kelompok juga mendapatkan kesempatan untuk mengenali sejarah kota Chiang Mai dengan berkeliling sepeda sejauh 4,5 km. Penutupan acara ini juga dilakukan secara meriah dengan adanya performance dari peserta dari setiap negara dengan konsep memakai pakaian tradisional dan menjamu makanan khas dari masing-masing negara.

“Saya dan tim saya mendapatkan anugrah sebagai kostum terbaik bersamaan dengan teman-teman dari Timor Leste,” ucapnya.

“Saya berharap, ilmu yang sudah saya dapatkan dari pengalaman ini bisa dibagikan kepada mahasiswa dan kolega saya di IPB University untuk bersama-sama berkomitmen melawan perubahan iklim,” ucapnya. (*/Rz)