IPB University Mendapat Kunjungan dari Petinggi Konsorsium Asia Hub, Michigan State University
Delegasi Michigan State University berkunjung ke IPB University. Kunjungan dilakukan dalam rangka bergabungnya IPB University menjadi anggota konsorsium Asia Hub yang dipelopori oleh Michigan State University. Delegasi di terima di Ruang Sidang Rektor, Kampus IPB Dramaga (26/6).
Sejumlah delegasi yang berkunjung adalah Dr Jiaguo Qi, Director of Asia Hub, Dr Isabella Tirtowalujo; Associate Director of Asia Hub; dan Dr Steve Pueppke, Asia Hub Senior Scientist (Emeritus Professor of Plant, Soil and Microbial Science). Delegasi diterima oleh Wakil Rektor bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar; Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi; Asisten Direktur Layanan Program Internasional, Direktorat Konektivitas Global, Dr-ing Azis Boing Sitanggang, para dekan dan kepala pusat penelitian di IPB University.
“Selamat datang kepada delegasi Michigan State University. Sebelumnya IPB University telah mendapat kunjungan dan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Nanjing University China yang merupakan inisiator partner dengan Michigan State University dalam pembentukan konsorsium Asia hub,” ujar Prof Iskandar. Dalam kunjungan kali ini, ia menyarankan agar dapat mengunjungi Agribisnis Teknologi Park (ATP) juga Science Techno Park (STP) IPB University di Kampus Taman Kencana.
Sementara itu, Dr Jiaguo Qi, Director of Asia Hub menjelaskan, konsorsium Asia Hub didirikan pada 2017 berdasarkan kesepakatan antara Nanjing University dan Michigan University. Konsorsium yang beranggotakan 14 lembaga riset di Asia ini bertujuan menjadi platform internasional dalam rangka mempromosikan dan memfasilitasi kolaborasi dalam penelitian dan pendidikan.
“Konsorsium Asia Hub juga bertujuan membangun kemitraan internasional yang kuat, menghubungkan institusi dan jaringan regional dan internasional yang berpikiran sama serta menghasilkan pengetahuan dan solusi untuk mengatasi masalah lokal dan global. Selain itu melalui konsorsium ini, kami akan menata kembali kemitraan penelitian dan pendidikan internasional di Asia melalui jaringan institusi dengan visi, inovasi dan tanggung jawab bersama untuk memecahkan masalah dan menciptakan peluang,” urai Dr Jiaguo saat paparannya.
Dari sisi saintis, Dr Steve Pueppke, Asia Hub Senior Scientist (Emeritus Professor of Plant, Soil and Microbial Science) mengungkapkan tentang kenapa saintis penting untuk bergabung dalam konsorsium Asia Hub. Masing-masing saintis akan melihat suatu persoalan dari sudut pandang keilmuannya, sehingga menurutnya tidak ada satu pun bidang keahlian saintifik yang dapat memberikan semua jawaban atas isu-isu terpenting yang dihadapi masyarakat.
“Selain itu, dasar keahlian diperlukan tetapi tidak cukup untuk memecahkan masalah sosial yang kompleks. Kita membutuhkan keseimbangan antara sains yang didorong oleh rasa ingin tahu yang dirancang untuk memecahkan masalah dunia,” imbuh dia.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pendidikan tinggi harus membekali para ilmuwan untuk mendorong batas-batas zona nyaman berbasis disiplin keilmuannya. “Para ilmuwan harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam berkomunikasi dan dapat mempengaruhi para pengambil keputusan,” ucapnya. (dh/Rz)
