Di Universitas Wageningen, IPB University Paparkan Capaian Riset Smart-In-Agriculture
Para doctoral program IPB University yang tergabung dalam kelompok riset Smart-In-Ag memaparkan capaian risetnya di Wageningen University and Research (WUR), belum lama ini. Aktivitas riset dilakukan di Wageningen dan Indonesia.
Salah satu anggota tim riset, Ahmad Fadillah memulai paparan dengan capaian riset ‘Monitoring dan surveillance on milk quality and economy performance in smallholder dairy farm in Cianjur’. Kemudian Ngakan Nyoman Kutha Krisnawijaya menyampaikan terkait data infrastructure design, data ekosistem mencakup infrastructure, tools and algorithm, stakeholder and data management.
Pemapar lainnya, Ardilasunu Wicaksono memaparkan tentang socio-economic and epidemiological aspect of hormone use for reproductive diseases in Dutch dairy farm. Sementara, paparan Ibnu Budiman adalah terkait socio-environmental system (SES) and innovation in dairy farm. Sumber data dan informasi risetnya dilakukan di Indonesia, yaitu di Lembang dan di Cianjur. Adapun Dr Okti Nadia Putri mengurai tentang capaian dari preliminary data terkait dengan penyakit kuku dan mulut sapi.
Smart-In Agr untuk tema perikanan disampaikan Nurhayati Tarigan tentang perubahan komposisi makanan dan perilakunya dalam budidaya ikan. Penelitian yang dilakukan di kampus IPB Universitas ini menggunakan biofloc model serta bahan organic lainya.
Selanjutnya, Prof Ario Damar menyampaikan perkembangan aktivitas riset di Seafarming sebagai bagian dari Interdisciplinary Research and Education Fund (INREF) Project. Dua step yang dilakukan yaitu mengembangkan instrumen dan aplikasi dalam budidaya laut.
Pada kesempatan sama, Prof Indra Jaya menjabarkan tentang instrumentasi yang dibangun untuk penguatan model smart seafarming yang dikelola Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University. Dalam paparannya, Prof Indra menyampaikan perlunya infrastruktur smart seafarming untuk untuk menghasilkan data dan performa produksi yang presisi.
Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar mengatakan, riset kolaborasi antara IPB IPB University dan WUR melibatkan dosen dan mahasiswa doctoral dari lintas ilmu pengetahuan (transdisiplin). Temuan-temuan dari riset merupakan kekayaan ilmu pengetahuan.
“Riset yang dihasilkan dari kerja sama antar universitas sangat bermanfaat bagi pengembangan sains dan knowledge, terutama di negara tropis. Bagi IPB University dan Indonesia, manfaat ganda dari riset ini adalah dihasilkanya doctoral baru dan ilmu pengetahuan baru,” ujarnya.
Selain nama diatas, hadir dalam pertemuan tersebut Prof Henk van Hoogeveen, Prof Nunung Nuryartono, Prof Arief Daryanto, Prof Yoni Koesmaryono dan para supervisor mahasiswa doctoral WUR.
Prof Henk van Hoogeveen sebagai coordinator program INREF menekankan, sebanyak 6 PhD yang sudah involve dalam INREF menjadi modal yang sangat penting untuk memperkuat riset transdisiplin. Ia menyebut, rencana program INREF tahun 2024 yaitu board meeting untuk melihat keterkaitan program agriculture atau mariculture dengan masyarakat, kelompok atau penerima manfaat.
“Bagaimana menghasilkan impact kepada nelayan dan kelompok usaha perikanan atau peternakan. Dengan demikian, riset ini nantinya bisa mengembangkan rencana penguatan income generating dengan adanya aplikasi teknologi,” pungkas Prof Henk menutup event ini. (*/Rz)
