IPB University Gelar Seminar Hadirkan Dua Pakar Dunia Bahas Pemberantasan Hama Tanaman

IPB University Gelar Seminar Hadirkan Dua Pakar Dunia Bahas Pemberantasan Hama Tanaman

ipb-university-gelar-seminar-hadirkan-dua-pakar-dunia-bahas-pemberantasan-hama-tanaman-news
Berita

Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University mengadakan seminar mengenai manajemen terhadap hama tanaman. Seminar dihadiri oleh dua pembicara yaiu Prof. Victor Galea dari Universitas Queensland, Australia dan Mr. Tajuddin Ismail dari International Rubber Research and Development Board.

Prof. Victor mengenalkan salah satu bentuk pengobatan terhadap hama tanaman yaitu penyuntikan herbisida tanpa memerlukan penyemprotan bahan kimia yang berpotensi merusak secara besar-besaran. Herbisida ini langsung disuntikkan pada stem tumbuhan dan menyerang langsung pada bagian yang sakit.

Ada banyak model alat penyuntiknya. Kelebihan metode injeksi ini adalah alat yang lebih mudah digunakan dan tidak adanya komponen buangan.  

Di lain pihak, Mr. Tajuddin menjelaskan mengenai penyakit tumbuhan baru yang belakangan menjadi pembicaraan. Penyakit tersebut disebabkan oleh Pestaliopsis, salah satu dari kelompok cendawan. Penyakit tumbuhan ini ditemukan di perkebunan karet pada tahun 2018. Salah satu tandanya adalah gugur daun.

Pestaliopsis tidak hanya menyerang pohon karet, namun berpotensi menyerang pohon kelapa sawit, kopi, coklat, dan pohon buah-buahan.

Pada kesempatan ini, Mr. Tajuddin memaparkan kronologi yang terjadi di Bumi Rambang, Palembang. Pada Januari 2018, terjadi curah hujan yang tinggi. Saat inilah, terjadi gugur daun yang besar sehingga kanopi berkurang. Selain itu muncul cendawan, membuat penyemprotan terhadap perkebunan karet dilakukan. Herbisida yang digunakan dalam memerangi hama pohon ini adalah Benomyl.

Sayangnya, meski perlahan gugur daun berkurang, ketika curah hujan tinggi kembali datang, gugur daun tak bisa dihindari. Hal ini menyebabkan kanopi pohon berkurang hingga 60 persen.

“Hama ini harus terus dibasmi dan secepatnya ditemukan cara efektifnya. Gugur daun yang di luar kendali akan menyebabkan fotosintesis terganggu dan melemahkan pertahanan dari pohon tersebut. Kedua hal tersebut tentunya akan mengurangi produksi pohon karet,” ujarnya. (ASK/Zul)