Mahasiswa Baru IPB University Harus Bisa Kembangkan Potensi Daerahnya

Mahasiswa Baru IPB University Harus Bisa Kembangkan Potensi Daerahnya

mahasiswa-baru-ipb-university-harus-bisa-kembangkan-potensi-daerahnya-news
Berita

Indonesia merupakan negara dengan sumberdaya yang sangat melimpah. Termasuk di dalamnya desa-desa dan daerah memiliki potensi sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Namun, potensi tersebut belum mampu dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, sebanyak 4000 mahasiswa baru IPB University dihimbau supaya setelah lulus nanti mereka dapat mengembangkan potensi daerah masing-masing.

Himbauan tersebut disampaikan pada Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB University, Senin (5/9) di Graha Widya Wisuda, Kampus Dramaga, Bogor.

Himbauan tersebut disampaikan oleh CEO iBEKA, Tri Mumpuni, yang juga merupakan alumni IPB University. Ia mengatakan ada banyak sekali kearifan lokal dan kekayaan lokal di desa maupun daerah yang dapat digunakan untuk mensejahterakan masyarakatnya.

“Dengan semangat gotong-royong, kita yakin mampu mengubah sebuah desa yang awalnya gersang, tandus, bahkan miskin, menjadi sebuah desa yang memiliki lahan pertanian luas dan masyarakatnya maju,” ungkapnya. 

Ia menilai, untuk membangkitkan semangat gotong-royong dalam masyarakat diperlukan seorang pioner yang mumpuni. Salah satu pioner tersebut adalah sarjana lulusan IPB University. 

“Tugas kita membangun passion masyarakat supaya mampu memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi dan kekayaan lokal yang ada. Jangan sampai ada intervensi dari luar yang biasanya belum kenal bahkan tidak mengetahui potensi yang ada di daerah tersebut,” tambahnya. 

Ia mencontohkan salah satu kekayaan lokal yang berpotensi dimanfaatkan adalah sumber listrik. Sumber listrik tersebut berupa air, angin, maupun cahaya matahari sesuai daerah setempat. Dengan mengembangkan listrik di daerah maka kegiatan lain seperti pertanian dan peternakan dapat dikembangkan untuk membantu ketahanan pangan nasional. 

Sementara itu, menurut CEO Kelola Grup, Ir. Mohammad Nadjikh, untuk menjadi pioner harus dimulai dari “kelas teri”. 

“Iya ikan teri memang kecil, tapi kita bisa sukses dimulai dari hal-hal kecil. Ikan teri misalnya. Ikan teri itu, Indonesia menjadi produsen terbesar di dunia. Meskipun kelas teri, tetapi dapat mengontrol dunia. Di sisi lain, untuk mengembangkan suatu daerah, kita harus bisa mencari yang unik dari daerah tersebut. Indonesia ini luar biasa kekayaannya, apalagi pertanian dan perikanannya. Kekayaan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga Indonesia bisa berada pada lima besar dunia dengan ekonomi yang kuat,” ungkap Nadjikh.(RA/Zul)