Mahasiswa IPB Univesity Berikan Penyuluhan Darurat Hama Invasif

Mahasiswa IPB Univesity Berikan Penyuluhan Darurat Hama Invasif

mahasiswa-ipb-univesity-berikan-penyuluhan-darurat-hama-invasif-news
Berita

Mahasiswa IPB University yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2019 di Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor berikan penyuluhan mengenai ulat grayak jagung (UGJ) kepada Kelompok Tani Bhakti Mandiri Jaya, (23/07). Penyuluhan dipimpin oleh Ade Gunawan, Ketua Kelompok Tani Taman Sari.

Dengan adanya penyuluhan ini, mahasiswa dan petugas penyuluhan berharap para petani mengetahui strategi dan cara pengendalian hama ulat grayak jagung tersebut. Tindakan pengendalian yang diharapkan tentunya sesuai dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yaitu budi daya tanaman sehat, penggunaan musuh alami, pengamatan secara rutin, dan petani sebagai ahli.

Ulat grayak jagung (UGJ) dengan nama ilmiah Spodoptera frugiperda merupakan hama jenis baru yang berasal dari Amerika bagian Tengah dan diduga mulai memasuki Indonesia pada awal tahun ini. Hama tersebut mampu merusak dengan cara menggerek dan melubangi batang hingga masuk ke tongkol jagung. Berdasarkan Focus Group Discussion (FGD) Respon Cepat Invasi Ulat Grayak Jagung yang telah diselenggarakan oleh Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University, ulat grayak jagung telah menyerang di tiga wilayah yaitu provinsi Sumatera Barat tepatnya di Pasaman Barat, provinsi Banten tepatnya di Gunung Kencana, dan provinsi Jawa Barat tepatnya di Bogor.

Beberapa petani di Tamansari mengaku lahannya sudah terserang ulat yang diduga ulat grayak jagung. Salah satu petani mengatakan bahwa ulat grayak jagung sangat kebal sekali karena telah diberi furadan tetapi tidak mempan.

“Lahan jagung milik Pak Suryadi sudah terkena UGJ, tapi saat disemprot salah satu jenis insektisida setelah tiga hari ulatnya hilang. Kami menghimbau kepada petani untuk tidak menggunakan pestisida yang menimbulkan resistensi dan jangan menyemprot obat untuk hama penyakit bersamaan dengan perangsang tumbuh,” ujar Danty selaku Penyuluh Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Tamansari serta para petani anggota kelompok.

Pada saat KKN-T ini, mahasiswa juga melakukan survei lanjutan serangan UGJ di Kampung Ampera yang merupakan wilayah RW 07 Desa Sukajadi. Hasil pengamatan lapang menunjukkan penemuan kembali UGJ di beberapa lahan jagung milik petani dengan intensitas serangan yang bervariasi mulai dari ringan, sedang, hingga parah.

“Musim ini sepertinya akan gagal panen dan jagungnya sudah tidak bisa dijual secara utuh lagi kecuali dalam bentuk yang lain,” ujar Alta selaku Petugas Penyuluh Spesialis (PPS) yang mendampingi pengamatan. (SM/Zul)