Puluhan Mahasiswa Indonesia Bersaing untuk Menjadi Mahasiswa Berprestasi Nasional

Puluhan Mahasiswa Indonesia Bersaing untuk Menjadi Mahasiswa Berprestasi Nasional

puluhan-mahasiswa-indonesia-bersaing-untuk-menjadi-mahasiswa-berprestasi-nasional-news1
Berita

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional tahun ini digelar di Swissbell Hotel Bogor, (23/7). Dari 200 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, kini tinggal 15 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi program sarjana dan 15 mahasiswa dari perguruan tinggi program diploma yang bersaing menjadi Mahasiswa Berprestasi Nasional.

Untuk program diploma, mereka berasal dari IPB University, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sari Mulia, Universitas Indonesia, Universitas Telkom, Universitas Negeri Yogyakarta, Politeknik Elektronik Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional, Politeknik Negeri Bengkalis, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Pekalongan dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Sementara untuk program sarjana mereka berasal dari IPB University, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga dan Universitas Katolik Parahyangan.

Dr Misbah Fikrianto Kepala Sub Direktorat Penalaran dan Kreativitas, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam sambutannya mengatakan bahwa pemilihan mahasiswa berprestasi nasional ini untuk memilih mahasiswa yang excellent yang bisa menjadi role model dan contoh baik bagi generasi muda Indonesia.

“Ada beberapa komponen penilaian seperti karya ilmiah dan karya unggulan. Tidak hanya prestasi di bidang akademik tapi aktif juga di kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan tambahan itu penting. Selain itu penilaian bahasa inggris dan penilaian psikotes juga dilakukan untuk melihat personality base, kejujuran, kedisiplinan, komunikasi serta wawasan kebangsaan. Mahasiswa berprestasi harus utuh, tidak hanya dari sisi akademik tapi sosial kebangsaan juga. Model pertanyaan tidak banyak interview dan seleksi, tapi Small Group Discussion (SGD),” ujarnya.
Sementara itu ada alasan tersendiri mengenai dipilihnya Kota Bogor sebagai lokasi acara. Menurut Dr Misbah, di Bogor ada IPB University dimana Rektornya, Dr Arif Satria, memiliki pemikiran yang luar biasa terkait kondisi pendidikan tinggi di Indonesia saat ini.

Dalam keynote speechnya, Dr Arif Satria memberikan gambaran riset-riset yang sudah dilakukan perguruan tinggi di luar negeri. Australia, India, Jepang sudah mengembangkan skill skill baru yang harus dimiliki oleh pemuda-pemuda masa kini.

“Generasi muda kita harus memiliki complex problem solving. Skill ini untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 dan Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity (VUCA). Generasi muda harus punya visi yang kuat, understanding kuat dan kelincahan yang sangat tinggi,” ujarnya.

Dr Arif menyambut baik ajang pemilihan mahasiswa berprestasi ini. Menurutnya era baru ini membutuhkan orang-orang yang kreatif. Ajang pemilihan mahasiswa berprestasi ini adalah ajang untuk memilih mahasiswa yang memiliki keseimbangan baik softskill maupun hardskill.

“Sukses bukan semata-mata hardskill, karakter juga penting seperti kedispilinan dan skill yang kompatibel pada situasi baru,” ujarnya.(dh/Zul)