Lulusan Sekolah Vokasi IPB University Ikuti Studium General Pra Wisuda
Untuk memberikan gambaran bagi lulusan yang akan memasuki dunia kerja, Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir (Ditmawa PK) IPB University gelar Studium Generale Pra Wisuda Sekolah Vokasi di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW), Kampus Dramaga, Bogor (23/7). Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir, Dr. Alim Setiawan mengatakan bahwa lulus kuliah adalah awal dimulainya tantangan hidup. Tantangan terberat adalah bersaing dengan pencari kerja lainnya yang jumlahnya semakin meningkat. Untuk itu dibutuhkan softskill dan kemampuan mengelola diri yang baik
“Kunci sukses dalam mencari kerja atau menjadi wirausaha adalah integritas, disiplin, pintar bergaul dengan orang lain, dukungan dari pasangan hidup dan bekerja keras. Selain itu para lulusan harus mencintai pekerjaannya, mempunyai kualitas sebagai pemimpin dan harus mempunyai perencanaan yang baik sehingga hasil kerja dapat berjalan dengan baik dan sukses,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr Arief Darjanto juga menyampaikan bahwa pemerintah sekarang sudah menyadari pentingnya pendidikan vokasi. Sekolah Vokasi yang baik adalah yang berhasil menghadirkan suasana industri di pendidikan sekolah vokasi.
“Wisudawan yang sukses adalah yang memiliki kretivitas tinggi dalam bekerja dan mencari solusi yang lebih baik untuk memecahkan persoalan. Lulusan juga harus bisa berkolaborasi dengan tim sehingga hasilnya dapat mengutungkan bagi semua. Dan harus mempunyai komunikasi yang baik dalam bekerja dan bekerjasama dengan orang lain,” ujarnya.
Harapannya, lulusan Sekolah Vokasi IPB University dapat terus meningkatkan kapasitasnya untuk dapat bersaing di dunia kerja. Tidak harus bergantung pada lapangan pekerjaan, tetapi mulai berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
“Tunjukkan kontribusi dan berperan aktif dalam dunia pertanian untuk pembangunan bangsa,” tandasnya.
Selain itu, salah satu alumni IPB University yang hadir sebagai narasumber adalah Ir. I Made Donny Moena Owner Moena Fresh. Dalam paparannya Donny menceritakan kisahnya membangun usaha Moena Fresh.
Seperti yang dilakukan banyak pengusaha sukses lainnya, Donny memulai bisnisnya dari garasi rumah orang tuanya. Ia menyulap garasi menjadi gudang penyimpanan buah melon yang ditanamnya. Sekalipun tak didukung ibunya, Ia terus berjuang untuk membuktikan bahwa Ia bisa sukses dengan jalan yang dipilihnya sebagai petani buah. Barulah sekitar 10 tahun berikutnya, Ibunya mau men-support apa yang dilakukan sang anak.
“Jadi bagi para lulusan Sekolah Vokasi IPB University yang tidak didukung keluarga untuk berbisnis secara langsung, buktikan saja padanya bahwa kamu pasti bisa,” tandasnya.
Donny menjelaskan, kunci sukses dari bisnis di bidang agribisnis adalah proses dalam menciptakan sesuatu yang baru dengan cara kreatif dan penuh inovasi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan bernilai tambah. Seorang wirausahawan harus memegang teguh prinsip bahwa barang terjelek pun harus punya nilai.
Contohnya, Donny selalu memanfaatkan seluruh bagian buah-buahan yang dipanen. Buah-buahan dengan grade yang paling jelek dan sudah hancur tetap dimanfaatkan untuk dijual.
“Kerja keras, tekun dan semangat untuk berubah merupakan senjata ampuh dalam meraih sebuah impian menjadi kenyataan. Kejar terus cita-cita, penuh semangat dalam berusaha, tingkatkan jiwa keberanian untuk memulai,” imbuhnya.
Sedangkan Managing Director Perwiratama Group, Drh. Cecep Mohammad Wahyudin, SH, MH pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa orang yang sukses adalah orang yang merencanakan kesuksesannya. Menurutnya kesuksesan bukan kebetulan, tetapi direncanakan dengan sungguh-sungguh.
Perencanaan yang baik adalah setengah dari keberhasilan dan kalau diterapkan akan sangat terasa manfaatnya. Namun kadang-kadang dalam hidup harus juga siap dengan kreativitas dan inovasi, karena bisa saja kita tiba-tiba dihadapkan pada situasi yang mana kita belum siap untuk menghadapinya. Kesuksesan dimulai dari dalam diri, walaupun mungkin ada faktor dari luar yang mendukung kesuksesan tersebut.
“Mulailah dengan kebiasaan melangkah menuju kesuksesan dan keberhasilan tergantung pada apa yang dilakukan dalam mencari pekerjaan. Apa yang kita lakukan, katakan dan pikirkan adalah 90 persen dikendalikan oleh kebiasaan. Orang yang bisa mengendalikan kebiasaan, dia akan bisa mengendalikan kesuksesan. Sementara kegagalan juga karena kebiasaan. Maka kembangkan kebiasaan yang benar dalam berpikir, berbicara dan melakukan sesuatu dengan penuh perhitungan yang matang sehingga hasilnya lebih baik,” tuturnya.
Ia menambahkan, kunci merencanakan kesuksesan adalah tahu bagaimana membagi kesuksesan dengan sesama tanpa menghambur-hamburkan kekayaan dengan hidup yang tidak berarti. Jadi kalau para lulusan ingin sukses dalam meniti karir, harus punya rencana dan penuh semangat dalam bekerja. (awl/Zul)
