FKH IPB University Lepas Mahasiswa Abdi Nusantara ke Sumatera Barat

FKH IPB University Lepas Mahasiswa Abdi Nusantara ke Sumatera Barat

fkh-ipb-university-lepas-mahasiswa-abdi-nusantara-ke-sumatera-barat-news
Berita

Fakultas Kedokteran Hewan IPB University melepas 117 mahasiswa Abdi Nusantara melakukan pengabdian kepada masyarakat di Sumatera Barat. Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan gabungan dari program Abdi Nusantara XIII dan IPB Goes To Field (IGTF) bertajuk ‘Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pencegahan Zoonisis, Optimalisasi Reproduksi, dan Sanitasi serta Higiene Pangan Asal Hewan Berbasis One Health’, di Kampus IPB Dramaga Bogor, Jum’at (12/7).

Ketua Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (IPHK),  Dr. Yusuf  Ridwan menyampaikan, Abdi Nusantara merupakan agenda pengabdian yang dilakukan oleh FKH IPB University khususnya untuk program sarjana. “Pengabdian harus timbul dalam hati dan berkontribusi langsung membantu masyarakat melalui kerjasama dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan dengan penuh tanggung jawab.  Suatu kebanggaan sivitas akademika IPB University,  mahasiswanya sudah mencoba untuk berkiprah, membantu masyarakat langsung terjun ke lapangan. Oleh karena itu pengabdian menjadi kewajiban bagi mahasiswa untuk turun ke masyarakat,”papar Dr. Yusuf.

Program Abdi Nusantara ini menjadi salah satu kegiatan pengabdian yang baik untuk kegiatan fakultas yang berkoordinasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University. Untuk tahun ini, mahasiswa akan melakukan pengabdian Kesepuluh kota dan kabupaten di Sumatera Barat diantaranya Kabupaten Agam, Kota Payakumbuh, Kota padang, Kabupaten Lima Puluh kota, Solok, Tanah Datar, Pesisir Kabupaten Selatan, Sijunjung, Dharmasraya dan Kota Bukittinggi,” ujar Dr. Yusuf.

Ia menambahkan, kegiatan pengabdian di Sumatera Barat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat bekerjasama dengan Dinas Kesehatan mengenai pemberian vaksin rabies yang ditularkan oleh anjing, sosialisasi pada peternak pemeriksaan kesehatan hewan ternaknya dan pemeriksaan hewan setelah dipotong. Selain itu sosialisasi cuci tangan dengan baik dan benar pada anak Sekolah Dasar. “Peternak harus tahu tentang zoonosis yakni penyakit yang ditularkan melalui hewan. Penyakit tersebut dapat mengganggu kesehatan masyarakat, penurunan produksi ternak dan mempengaruhi perekonomian  masyarakat setempat,” kata Dr. Yusuf.

Sementara Kepala LPPM IPB, Dr. Aji Hermawan mengatakan ketika mahasiswa turun ke masyarakat untuk pengabdian, mereka  betul-betul menjadi representasi dari individu yang memiliki pemikiran dan niat yang tulus membantu masyarakat dalam memecahkan persoalan. Mereka harus berjiwa empati dapat merasakan kesusahan masyarakat dengan harapan bisa memecahkan persoalan yang timbul di tengah-tengah masyarakat dengan bijak dan baik.

“Untuk hal itulah mahasiswa ada di tengah-tengah masyarakat, mereka harus menjadi pemicu terbentuknya peradaban yang maju dengan pengabdian melalui pemberdayaan masyarakat,” katanya. (Awl/ris)