Dekan Sekolah Vokasi IPB University Berbagi Ilmu Kemitraan Usaha Peternakan

Dekan Sekolah Vokasi IPB University Berbagi Ilmu Kemitraan Usaha Peternakan

dekan-sekolah-vokasi-ipb-university-berbagi-ilmu-kemitraan-usaha-peternakan-news
Berita

Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc, Dekan Sekolah Vokasi IPB University memaparkan faktor-faktor penggerak daya saing usaha peternakan terutama daging ayam. “Faktor tersebut antara lain: Pertama  adanya iklim investasi yang kondusif; Kedua,  perusahaan skala besar terintegrasi dengan manajemen baik, peralatan moderen, inovatif dan sesuai dengan permintaan pasar; Ketiga, infrastruktur rantai dingin moderen sebab komoditas dan produk daging ayam mudah rusak; Keempat, adanya dukungan kuat produksi jagung dan kedelai lokal yang melimpah dan berkualitas baik; Kelima adanya kerjasama kemitraan (contract farming) yang saling menguntungkan antara perusahaan besar  (inti) dan plasmanya. Dalam hal ini terlihat bahwa kemitraan usaha dalam industri perunggasan ayam sebagai sebuah keniscayaan,” papar Dr. Arief saat menjadi narasumber “Pertemuan Kemitraan Usaha Peternakan”, Senin (24/6), di Hotel Savana Malang. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Provinsi Jawa Timur ini dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola Kemitraan Usaha Peternakan berdasarkan  prinsip saling memerlukan, memperkuat, menguntungkan, menghargai, bertanggung jawab, dan ketergantungan.

Lebih lanjut Dr. Arief  mengatakan bahwa  usaha perunggasan  merupakan  keniscayaan karena industri ini sangat rentan atau sangat sensitif terhadap perubahan baik harga input maupun output. “Kemitraan merupakan strategi peternak dalam rangka adaptasi dan mitigasi risiko yang terjadi.”

Menurut Dr. Arief, keberhasilan kemitraan atau contract farming ditentukan oleh banyak faktor antara lain adanya saling percaya (mutual trust),  jaminan produksi dan harga, economies of scale, pengurangan biaya transaksi, pembagian risiko (risk sharing),  akses kepada kredit dan keuangan,  tersedianya input, penyuluhan dan teknologi baru, input dan pembayaran yang tepat waktu (timely inputs and payment),  dan insentif untuk kualitas, harga serta efisiensi.

Acara Pertemuan Kemitraan Usaha Peternakan 2019  yang dibuka Kepala Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur, Drh. Wemmy Niamawati, MMA ini diikuti  lebih dari seratus orang peternak plasma dan intinya dengan menghadirkan narasumber lainnya yaitu dari Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, KPPU Jawa Timur, PT Charoen Pokphand Indonesia dan PT Santori. (AD/ris)