IPB Adakan Workshop Penyusunan Akreditasi Prodi menggunakan IAPS 4.0

IPB Adakan Workshop Penyusunan Akreditasi Prodi menggunakan IAPS 4.0

ipb-adakan-workshop-penyusunan-akreditasi-prodi-menggunakan-iaps-4-0-news
Berita

Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Kantor Manajemen Mutu dan Audit Internal mengadakan Workshop Penyusunan Borang Akreditasi Program Studi (Prodi) menggunakan IAPS 4.0, Senin (29/4).  Workshop ini digelar sebagai tindak lanjut atas diberlakukannya Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Instrumen ini digadang sebagai instrumen akreditasi yang relevan dengan pengembangan sektor pendidikan di Indonesia dan mengikuti perkembangan global. Acara ini dihadiri oleh para ketua, sekretaris, atau perwakilan program studi dan fakultas yang ada di IPB.

Rektor IPB, Dr. Arif Satria menyampaikan bahwa sosialisasi ini adalah yang pertama di IPB terkait instrumen baru ini.  “Saya dan para rektor berbagai perguruan tinggi sudah berjuang bagaimana agar akreditasi lebih simpel, meskipun kenyataannya dari tujuh standar yang ada kini menjadi sembilan sehingga menjadi complicated. Di antara yang kita perjuangkan yaitu agar prodi yang sudah mendapat akreditasi internasional yang diakui pendidikan tinggi tidak perlu lagi akreditasi nasional sehingga akan memudahkan. Secara internal saya memohon Kepala Kantor Manajemen Mutu dan Audit Internal untuk berkonsolidasi terkait sistem data untuk akreditasi, sehingga tiap fakultas/prodi ketika akan akreditasi tidak lagi input data, semua tinggal tarik-tarik saja. Agar para pengelola prodi tidak disibukkan masalah akreditasi karena masalah akreditasi ini masalah rutin lima tahunan, tapi cukup menyita waktu dan energi,” ungkap Dr. Arif.

Terdapat setidaknya lima aspek perubahan signifikan pada IAPS 4.0. Pertama pengusul akreditasi adalah unit pengelola program studi bukan program studi, kedua IAPS menggunakan sembilan kriteria diantaranya. Kesembilan kriteria itu yakni: 1) Visi, misi, tujuan dan strategi, 2) Tata pamong, tata kelola dan kerjasama, 3) Mahasiswa, 4) Sumberdaya manusia, 5) Keuangan, sarana dan prasarana, 6) Pendidikan, 7) Penelitian, 8) Pengabdian pada masyarakat, dan 9) Luaran dan capaian tridharma. Ketiga IAPS berorientasi pada output dan outcome. Keempat IAPS terdiri dari laporan evaluasi diri dan laporan kinerja akademik. Kelima hasil akreditasi dengan IAPS 4.0 dinyatakan dalam bentuk status akreditasi dan peringkat terakreditasi.

Dr. Arif menjelaskan bahwa IPB juga akan mengadakan lokakarya kurikulum IPB yang akan membahas kurikulum dan pengembangan prodi yang ada di IPB. “Saatnya kita harus melihat dan mengecek kembali kurikulum yang ada di kita dan kompabilitasnya dengan situasi sekarang baik dari pertama terkait segi struktur maupun segi konten. Kedua ialah pengembangan keilmuan. Prodi yang ada di IPB sangat diandalkan banyak pihak, IPB menjadi reference bagi perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Saya berharap para kaprodi dapat terus mengeksplor tantangan masa depan dan memformulasikan kerangka tawaran-tawaran terhdap program yang lebih menarik meskipun tidak dalam bentuk prodi tapi bisa dalam bentuk konsentrasi ataupun peminatan yang lebih mudah,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber memaparkan IAPS 4.0, Prof. Lilis Nuraida, Guru Besar IPB yang merupakan asesor BAN-PT. Juga hadir narasumber lain dari BAN-PT, Prof. Sudarsini, MSc. (IR/ris)