IPB Gandeng Pemkab Cianjur Majukan Pertanian Cabai
Institut Pertanian Bogor (IPB) menggandeng Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam upaya memajukan pertanian cabai di daerah tersebut. Upaya tersebut diwujudkan dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara IPB dengan Pemkab Cianjur pada Senin (1/4) di Pendopo Kabupaten Cianjur.
“IPB berusaha berperan di masyarakat dengan mengaplikasikan hasil-hasil inovasi dan riset yang sudah dilakukan. Oleh karena itu, kali ini IPB akan berusaha mengembangkan komoditas cabai di daerah Cianjur,” tutur Dr. Ir. Aji Hermawan, M.M, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB.
Menurutnya, persoalan komoditas cabai tidak hanya sekedar benih dan bibit saja tetapi menyangkut juga tentang kelembagaan di tingkat petani. Oleh karena itu melalui kerjasama ini, IPB berkomitmen untuk mengembangkan pertanian cabai. Tidak hanya sebatas sebagai produsen benih tetapi termasuk pengolahan pascapanen dan pemasaran cabai sampai konsumen.
“Itu yang akan kita kembangkan bersama, oleh karena itu kita perlu bersinergi dengan berbagai pihak terutama pemerintah untuk menyelesaikan persoalan cabai di masyarakat,” pungkas Dr. Aji.
Melalui kerjasama tersebut Cianjur akan menjadi role model dalam pembentukan klaster pertanian cabai di Jawa Barat. Untuk mewujudkan upaya tersebut, sedikitnya ada tujuh hal yang menjadi fokus utama. Yaitu sosialisasi dan optimalisasi klaster cabai, peningkatan kualitas sumberdaya manusia petani, peningkatan akses permodalan, peningkatan akses pasar, peningkatan nilai tambah produk cabai, penguatan kelembagaan klaster dengan bersinergi dengan korporasi pertanian dan optimalisasi penguatan komitmen dan replikasi model klaster.
“Kami sangat senang bisa menjalin kerjasama dengan IPB. Perlu diketahui bersama bahwa 70 persen penduduk Cianjur berprofesi sebagai petani. Dengan kerjasama ini juga, kami sangat berharap ada transfer knowledge dari akademisi kepada petani kita,” tutur Plt. Bupati Cianjur, Herman Sulaiman.
Herman menambahkan, sampai saat ini petani di Cianjur terutama petani cabai masih menerapkan pertanian secara manual dan tidak terkonsep. Oleh karena itu Herman berharap dengan dijalinnya kerjasama dengan IPB petani bisa mengetahui cara bertanam, cara pengolahan dan pemasaran hasil taninya.(rosyid/Zul)
