Struktur Baru IPB untuk Layani Petani, Peternak dan Nelayan dengan Inovasi
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Arif Satria melantik sebanyak 84 pejabat baru di lingkungan IPB. Pelantikan digelar di Gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Jum’at (1/2). Dalam sambutannya Rektor IPB mengucapkan selamat kepada para pejabat baru yang dilantik. Rektor IPB menjelaskan dalam pelantikan hari ini adalah konsekuesi adanya perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Rektor IPB menambahkan SOTK adalah sebuah tatanan yang bersifat dinamis dan melihat perkembangan yang ada. Majelis Wali Amanat (MWA) IPB telah memberikan satu keputusan. Oleh karena itu dalam beberapa perkembangan dan pertimbangan profesionalitas, pertimbangan kedekatan fungsi, beberapa jabatan, ada beberapa biro dan direktorat harus ditukar.
Biro yang ditukar koordinasinya diantaranya Biro Umum dan Sarana Prasarana yang sebelumnya berada di bawah koordinasi Sekretaris Institut, pada hari ini berada di bawah Wakil Rektor bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan IPB. Hal ini untuk meningkatkan efisiensi karena di situ ada fungsi-fungsi dalam bidang keuangan, fungsi dalam bidang sumberdaya manusia dan fungsi-fungsi dalam bidang pekerjaan umum dan prasarana. Selain itu, Rektor IPB menambahkan fungsi yang sebelumnya berada di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat berpindah berada di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi. “Hal tersebut dalam rangka meningkatkan urusan World University Rangking. Tidak hanya itu, IPB juga membuat struktur baru dangan fungsi baru yaitu adalah Unit Layanan Informasi Pertanian. Sebuah unit yang memiliki fungsi strategis yang akan menjadi wajah kita di masa kini dan masa depan. Di situlah peran IPB dalam memberikan kontribusi kepada perkembangan pertanian semakin terwujud, untuk lebih bisa secara intensif untuk memberikan layanan secara offline juga online,” kata Rektor IPB.
Menurut Rektor IPB, Tani Center bisa menjadi unit yang harus secara progresif menggunakan teknologi 4.0 untuk bisa memberikan pelayanan kepada petani secara prima. Peran ini adalah peran yang sangat strategis sebagai wujud kehadiran IPB dalam rangka untuk membangun pertanian. Tani Center sangat penting dalam memberikan pelayanan informasi kepada petani, peternak dan nelayan. Ini adalah bagian kita untuk terus meningkatkan kontribusi untuk masyarakat juga bangsa. Dengan Tani Center, petani Bogor, petani indonesia semakin tercerahkan dengan inovasi-inovasi IPB. Tani Center juga semata-mata bukan hanya one way, input inovasi yang dibuat petani agar juga bisa didiseminasikan di Indonesia. Selain itu, peran artificial intellegence juga sangat penting dalam hal ini, agar pelayanan bisa secara online. Meminimalkan peran expert. Expert hanya menunjukkan data sebagai upaya kita memberikan big data untuk memberikan advice terkait pertanian 4.0.
Wakil Rektor bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan IPB, Prof. Agus Purwito mengatakan Struktur Organisasi dan Tata Kelola baru ini sudah disetujui MWA. “Tujuannya untuk peningkatan efisiensi organisasi, peningkatan kinerja organisasi karena tantangan ke depan sangat besar,” ucap Prof. Agus.
Dalam pelantikan ini diungkapkannya ada beberapa unit baru sebagai penguat kesuksesan IPB di eksternal. “Kita sudah menjadi kampus inovasi, bagaimana inovasi kita bisa dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat luas. Tidak hanya itu, secara internal bagaimana beban antar wakil rektor merata sehingga manajemen menjadi lebih efisien, kinerja akan lebih cepat,” lanjut Prof. Agus.
Lebih lanjut Prof. Agus mengatakan, ada juga pergantian pejabat karena memasuki masa pensiun sehingga harus diganti dengan bibit sumberdaya manusia yang berkualitas, yang muda-muda harus muncul menggantikan yang pensiun, untuk meningkatkan kinerja organisasi. “IPB terus dituntun menjadi PT terbaik di dunia, organisasi manajemen di dalam harus juga kuat, Information Technology (IT) dan fasilitas lainnya harus berorientasi kepuasan pelangan. Dengan SOTK baru saya optimis IPB semakin baik, percepatan program menjadi berhasil dan sukses,” kata Prof. Agus. (dh/ris)
