Ungkap Misteri Asal Muasal Sapi Bali, IPB Undang Pakar Genetika Mamalia dari Denmark
Direktorat Program Internasional, Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali melaksanakan kegiatan IPB Talks on Complexity & Sustainability Sciences di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor (25/1). Dalam diskusi kali ini, IPB Talks mengangkat salah satu sub topik dari Riset Biodiversitas yaitu tentang “Wildlife Genetics”. Prof. Rasmus Heller, pakar Genetika Mamalia dari Copenhagen University, Denmark hadir sebagai narasumber.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Prof. Drh. Bambang Purwantara, MSc, PhD mengatakan bahwa Mr. Rasmus Heller adalah seorang peneliti yang sudah lama mendalami genetika mamalia. Mr. Rasmus Heller pun sudah pernah beberapa kali meneliti tentang mamalia yang ada di Indonesia.
“Selain itu, Ia juga seorang kurator lebih dari 10.000 spesimen gen mamalia. Hal ini selaras dengan topik yang kita perbincangkan yaitu tentang biodiversitas genetik dari jenis-jenis sapi di Indonesia. Saya harap, Mr. Rasmus Heller bisa menjadi inspirasi bagi riset-riset yang akan dilakukan oleh para hadirin,” ujar Prof. Bambang membuka acara tersebut.
Prof. Rasmus Heller saat mengawali presentasinya mengatakan bahwa saat ini Ia bertanggung jawab atas 10.000 lebih spesimen gen yang ada di Copenhagen, namun itu semua merupakan hasil kerja profesor-profesor selama beberapa dekade terakhir.
“Sebelum ini, saya juga sudah pernah melakukan penelitian terkait gen Quagga. Quagga merupakan salah satu jenis Zebra yang kini sudah punah akibat over hunting. Saya pun juga pernah meneliti kekayaan biodiversitas genetika Muskox yang awalnya berada di utara Amerika, kini sudah berada di Greenland,” tuturnya.
Bersama Prof. Bambang Purwantara dan Prof. Drh. Agik Suprayogi, Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Prof. Rasmus Heller akan melaksanakan riset mengenai biodiversitas gen ternak sapi di Indonesia, salah satunya ialah mengenai sapi Bali. Menurutnya, ciri-ciri yang dimiliki oleh sapi Bali ini sangat mirip dengan banteng yang hidup liar di hutan.
“Maka dari itu, salah satu tujuan dari riset ini ialah mengetahui hubungan genetik antara Banteng dengan beberapa jenis sapi yang sudah mengalami proses domestikasi seperti sapi Bali, sapi Madura, dan jenis sapi ternak lainnya di Indonesia,” ungkapnya.(KD/Zul)
