Dies Natalis IPB Ke 55, Kemenristekdikti Siapkan 185 Milyar Rupiah untuk IPB
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc. Ph.D membuka rangkaian acara Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-55 di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga (1/9). Dalam pembukaan dies ini, Prof. Ali Ghufron Mukti menyampaikan selamat kepada IPB yang telah berhasil masuk dalam 100 plus perguruan tinggi terbaik di dunia by subject Agriculture and Forestry.
“Kemristekdikti menyampaikan selamat ulang tahun kepada IPB yang capaian prestasinya sangat luar biasa. IPB berhasil meraih ranking 70 by subject Agriculture and Forestry. Ini prestasi yang luar biasa. Terus berkaya untuk nusa dan bangsa, “ ujar Prof. Ali Ghufron Mukti. Lebih lanjut ia menyatakan harapannya bagaimana bisa mengubah profesi pertanian menjadi profesi yang diminati, bagaimana teknologi pertanian dimodernkan dan hasil pertanian memiliki nilai tambah yang tinggi. Kemristekdikti siap mendukung. Termasuk tahun ini kita anggarkan 185 milyar rupiah untuk pembanguan di IPB,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IPB, Dr. Arif Satra juga menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada sivitas akademika IPB atas capaian prestasi IPB selama ini. Rektor IPB berharap di usia IPB yang sudah matang ini, IPB bisa melaksanakan tugas dari Kemristekdiki untuk menjadi leading di bidang pertanian.
“Menjadi 100 besar perguruan tinggi di dunia merupakan modal besar bagi IPB untuk terus maju dan berkembang. Di era revolusi industri 4.0 ini, perguruan tinggi di Indonesia harus adaptif terhadap perubahan. Harus ada pembenahan pendidikan agar peran IPB lebih signifikan. Jangan sampai IPB ke depan kalah dengan Universitas Go Jek,” ujar Rektor IPB.
“IPB akan mendorong mahasiswanya untuk menguasai dalam bidang pertanian . Mereka harus bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga riset dan inovasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita akan mencetak leader-leader dalam dunia pertanian, Insya Allah,” tandas Rektor IPB.
Dalam kesempatan ini, IPB juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Rektor IPB dan Walikota Bogor, Dr. Bima Arya menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara IPB dengan Pemkot Bogor tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Selain itu, IPB dan Pemkot Bogor juga melakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa IPB program sarjana yang berprestasi dari keluarga tidak mampu. “Semua yang mengiringi perkembangan Kota Bogor pasti bersentuhan dengan IPB. Rencana pembangunan jangka menengah Kota Bogor dirancang oleh IPB. Berarti jika ada apreasiasi kepada Kota Bogor berarti apresiasi kepada IPB. Kemitraan strategis kita akan terus berlanjut. Ini jaman persandingan bukan persaingan. Pemerintah, kampus, entrepreneur, komunitas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), semua berperan untuk perubahan bangsa atau kota ini. Saya bersyukur hari ini diberikan kesempatan kembali dalam kerjasama dengan IPB. Semua aspek tata kota perlu sentuhan dari kampus. Kota-kota di republik ini harus didorong oleh gagasan, inovasi dan ide bukan dengan kekuatan, kekuasaan atau otot. Kota-kota di Indonesia harus didorong oleh sains dan knowledge bukan oleh kepentingan yang lain, hanya dengan itu kita bisa melangkah lebih cepat mengejar kemajuan bangsa lain. Oleh karena itu, Pemkot Bogor memberikan beasiswa kepada mahasiswa IPB. Kita beri ruang besar kepada anak muda yang punya potensi tapi terbatas dalam kemampuan finansial,” ujarnya.
Dalam momen pembukaan Dies Natalis ini, IPB juga memberikan penghargaan kepada tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa berprestasi. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi akan mendapatkan dana mobilitas dan bisa berkunjung ke perguruan tinggi di luar negeri untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik.
Pada kesempatan yang sama, IPB melaunching aplikasi IPB Mobile yang dikembangkan oleh Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital (SITD). “Di era revolusi industri 4.0 ini, IPB diharapkan menjadi pelopor pengembangan sistem manajemen modern pendidikan tinggi. Tahun ini betul-betul akan menjadi tahun Information and Technology (IT) untuk menyelesaikan berbagai persoalan sistem manajemen yang ada di IPB. Semua kegiatan diselesaikan oleh sistem komputer dan dilakukan secara online,” ujar Ir. Julio Adisantoso, M.Kom, Direktur SITD IPB.
Ada tiga aplikasi mobile untuk mendukung seluruh kegiatan warga IPB ke depan. Tiga aplikasi ini bisa didapatkan atau download di Appstore. Yakni, pertama: IPB Mobile for Student Versi 1.1 : aplikasi ini bisa digunakan oleh mahasiswa IPB seluruh strata dan program. Mahasiswa bisa mengecek daftar nilai di transkrip, status pembayaran SPP per semester, pembimbingan, kehadiran, pengaduan, jadwal kuliah dan ujian dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang dilengkapi QR-Code.
Kedua, IPB Mobile for Lecturer Versi 1.0 : pengguna aplikasi ini adalah dosen IPB dengan fitur yang tersedia adalah jadwal mengajar, bimbingan, pengaduan, kepangkatan, daftar karya ilmiah, rekapitulasi BKD dan Kartu Pegawai (Karpeg) yang dilengkapi dengan QR-Code.
Ketiga, IPB Mobile for Staff Versi 1.0 : Tenaga kependidikan IPB bisa mengakses aplikasi ini. Fitur-fitur yang tersedia adalah rekap kehadiran, pengaduan, kepangkatan dan Kartu Pegawai (Karpeg) yang dilengkapi dengan QR-Code.
Selain itu, IPB juga memperkenalkan Sistem Risiko Kebakaran (Fire Risk System atau FRS) yang dikembangkan oleh Pusat Risiko Iklim dan Manajemen Peluang di Asia Tenggara Pasifik (CCROM-SEAP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB. FRS diharapkan dapat digunakan oleh pemerintah untuk membantu mengantisipasi dan mencegah kebakaran lahan dan hutan melengkapi sistem informasi peringatan dini jangka pendek yang telah ada.
FRS merupakan aplikasi peringatan dini terhadap kebakaran hutan. Aplikasi ini dikembangkan sejak tahun 2008 hasil kerjasama CCROM IPB dengan International Research Institute for Climate and Society (IRI), Earth Institute – Columbia University, USA dengan dukungan dana dari USAID melalui Program Kemitraan Universitas (University Partnership).
Dalam pembukaan Dies Natalis IPB ke-55 ini juga disampaikan tentang perubahan layanan kesehatan di Poliklinik IPB. Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada seluruh warga IPB, Poliklinik IPB berubah nama menjadi Klinik Rawat Jalan IPB Dramaga (berdasarkan SK no 445.5/IOK/00019/DPMPTSP/2018). Program layanan kesehatan 24 jam akan dilaksanakan di Klinik Rawat Jalan IPB Dramaga.
Klinik Rawat Jalan IPB Dramaga ini akan melayani dari pukul 07.00 hingga pukul 21.00 WIB dan buka dari Senin sampai Sabtu. Ada dua orang dokter umum dan perawat yang siap melayani di shift pagi hingga sore hari dan satu dokter umum dan perawat yang akan melayani pada shift sore hingga malam hari. Sistem layanan ini gratis untuk warga IPB. Ke depan, Klinik Rawat Jalan IPB Dramaga juga akan memberikan layanan BPJS.(Zul)
