Mahasiswa IPB Ini Temukan Antioksidan dan dari Daun Surian yang Berusia 30 Tahun

Mahasiswa IPB Ini Temukan Antioksidan dan dari Daun Surian yang Berusia 30 Tahun

mahasiswa-ipb-ini-temukan-antioksidan-dan-dari-daun-surian-yang-berusia-30-tahun-news
Berita

Mahasiswa Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Lizza Fauziah Suroya, berhasil menemukan antioksidan dari bahan alami yang mudah diperoleh di masyarakat. Antioksidan yang diperoleh berasal dari daun surian yang sudah berusia 30 tahun.

Daun surian yang digunakan dalam penelitian berasal dari daerah Sumedang, Jawa Barat. Penelitian sebelumnya terhadap ekstrak daun surian yang berasal dari daerah Sumedang  telah dilakukan. Namun, daun surian tersebut diambil dari tumbuhan yang berumur 15 tahun. Penelitian pada daun yang berasal dari tumbuhan surian berumur 30 tahun belum dilakukan. 

“Biasanya daun surian yang sudah berusia 30 tahun diketahui tidak digunakan dan menjadi daun yang tidak menghasilkan apa pun. Namun, setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa terdapat manfaat penting yang terkandung di dalam ekstrak daun surian yang berusia 30 tahun ini,” ujar Lizza.

Ia mengatakan, daun surian yang diperoleh kemudian dilakukan pengekstrakan dengan menggunakan pelarut air dan etanol 70 persen  dan 96 persen. "Pemilihan pelarut yang digunakan adalah air dan etanol. Pertimbangan ini karena pelarut air biasanya dikonsumsi masyarakat saat meminum obat herbal dan pelarut etanol diketahui aman sebagai pelarut," tutur Lizza.

Hasilnya diperoleh bahwa terdapat kandungan senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid dari ekstrak daun surian. Penelitian lebih lanjut kemudian dilakukan, yaitu untuk menguji aktivitas antoksidan dari kandungan senyawa aktif daun surian tersebut. Parameter yang digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan adalah IC50. Nilai IC50 merupakan konsentrasi ekstrak yang dibutuhkan untuk menghambat 50 persen radikal bebas.

Ekstrak etanol 70 persen diketahui memiliki nilai IC50 terkecil dibandingkan ekstrak lain yang berarti memiliki aktivitas antioksidan tertinggi terhadap radikal bebas. Perbedaan nilai IC50 ini juga dapat dilihat dari perbandingan umur daun surian tersebut. Senyawa bioaktif daun surian berumur 30 tahun memiliki metabolit sekunder di dalamnya lebih banyak. Hasil ini menunjukkan jumlah senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dianggap mempengaruhi kekuatan aktivitas antioksidan.(KUM/nm)