Peneliti IPB, Dr. drh. Diah Iskandriati Raih Biosafety Heroes Award 2017

Peneliti IPB, Dr. drh. Diah Iskandriati Raih Biosafety Heroes Award 2017

peneliti-ipb-dr-drh-diah-iskandriati-raih-biosafety-heroes-award-2017-news
Berita

Prestasi membanggakan berhasil diraih  Dr. drh. Diah Iskandriati, dosen Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (FKH IPB). Dr. Diah berhasil meraih Biosafety Heroes Awards 2017 yang diselenggarakan oleh International Federation of Biosafety Association (IFBA). Selain mengajar di bidang primatologi, Dr. Diah merangkap sebagai peneliti senior, Biosafety Officer  dan Ketua Komisi Biorisiko di Pusat Studi Satwa Primata (PSSP)-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB.

Dr. Diah memaparkan bahwa IFBA merupakan organisasi nonpemerintah dan nirlaba yang anggotanya terdiri dari asosiasi-asosiasi biosafety sedunia. Organisasi ini memiliki kepentingan bersama dalam menerapkan dan memajukan biosafety serta biosecurity. Sedangkan IFBA Biosafety Heroes adalah individu-individu yang dinilai istimewa dan dipilih komunitas global karena kontribusinya membuat keadaan biosafety dan biosecurity menjadi lebih baik.

“Biosafety Heroes merupakan role models yang menunjukkan kepada masyarakat bahwa masing-masing individu dapat berperan penting dalam membantu mencegah penyebaran penyakit infeksi melalui penerapan kaidah biosafety dan biosecurity yang baik dan benar. Dalam prosesnya, Biosafety Heroes dinominasikan dan dipilih berdasarkan prestasi, kontribusi, peran seseorang yang dianggap luar biasa dalam bidang biosafety dan biosecurity,”ungkapnya.

Lebih jauh, Dr. Diah  menjelaskan bahwa saat mencari nominee, komisi khusus IFBA akan melihat siapa saja individu di dunia (terutama negara berkembang) yang berperan dari mulai memperkenalkan biosafety di lingkungannya sampai berhasil membuat komunitas di sekitarnya menerapkan prinsip dan sistem biosafety dan biosecurity. 

“Saya tidak mendaftar atau mengikuti event, tetapi dipilih oleh kolega/sejawat. Saya juga tidak tahu siapa saja yang menominasikan saya karena sifatnya rahasia, lalu diberikan kepada IFBA. Selanjutnya dari sana akan diseleksi lagi oleh komisi khusus (peers-panelist) untuk menentukan yang pantas menerima award sebagai Biosafety Heroes,” papar Dr. Diah.

Dokter hewan ini, aktif sebagai pengurus di Asosiasi Biorisiko Indonesia dan juga Asia Pacific Biosafety Association yang berbasis di Singapura.  Selain itu, Dr. Diah juga merupakan seorang assesor untuk proses akreditasi internasional fasilitas hewan laboratorium di wilayah Asia sebagai adhoc specialist di organisasi Association for Assessment and Accreditation of Laboratory Animal Care (AAALAC) International. Tahun ini Dr. Diah juga merupakan salah satu orang Indonesia yang lulus sertifikasi asesor World Health Organization (WHO) untuk berperan sebagai asesor di National Authority of Containtment, Kemenkes RI.

“Visi saya menjadi orang yang layak dihargai dan dicintai lingkungan keluarga, teman dan komunitas saya. Dan misi saya yakni memiliki integritas, menghormati, menghargai dan menjaga perasaan orang lain serta berbuat kebaikan dan membantu orang dimanapun saya berada. Menurut saya, tidak ada yang tidak bisa dilaksanakan selama kita berusaha dan istiqamah,” pungkasnya. (HSCW/ris)