Mahasiswa IPB Gelar Program “Jagoan Anak Nelayan Nusantara”

Mahasiswa IPB Gelar Program “Jagoan Anak Nelayan Nusantara”

mahasiswa-ipb-gelar-program-jagoan-anak-nelayan-nusantara-news
Berita

Grand Opening Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKMM) Institut Pertanian Bogor (IPB) digelar di Indamayu, Jawa Barat (15/4). Acara opening dihadiri oleh sekira 200 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ikhlas Eretan Wetan, 16 Guru, Ketua Yayasan Al-Ikhlas beserta jajarannya, Kepala Sekolah, tokoh aktivis Pemuda Pecinta Alam Eretan Indramayu, dan Dosen Pendamping Program Dr. Eko Sri Wiyono. Acara ini juga dihadiri oleh alumnus Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB yang berdomisili di Kabupaten Indramayu.

PKMM  IPB merupakan gebrakan kreatif mahasiswa PSP FPIK IPB yang didasarkan pada kegelisahan di masyarakat yang menganggap pekerjaan nelayan dengan sebelah mata. “Berdasarkan hasil wawancara kami di lapangan, hampir 95 persen orangtua yang bekerja sebagai nelayan tidak mengharapkan anaknya kembali menjadi nelayan. Di sisi lain Presiden Joko Widodo menyatakan dengan tegas ketika awal menjabat sebagai Presiden RI bahwa Indonesia adalah Negara Maritim. Lantas apakah Indonesia bisa disebut sebagai negara maritim, jika semua nelayan Indonesia beralih pekerjaan, dan tidak ada penerusnya?” ujar Irfan Syauqi, salah satu penyelenggara.

Dari semua kegelisahan diatas munculah inisiatif bahwa pendidikan dapat menjadi solusi ampuh untuk menyelaraskan gagasan besar pemimpin negeri untuk berkomunikasi dengan generasi penerusnya.  “Jagoan Anak Nelayan Nusantara” adalah program terbaru yang mengulik Pendidikan Kebaharian Berbasis Lingkungan. Program ini disampaikan melalui metode permainan edukasi bahari dan sistem permainan yang menekankan siswa untuk meningkatkan aspek kognitif dan psikomotorik sehingga permainan edukasi dapat dimainkan dengan menarik, mendidik, dan dinamis.

Dr. Eko Sri Wiyono dalam kesempatan ini menyampaikan poin-poin penting dari urgensi program  IPB. “Pilot Project kami mulai di MI Al Ikhlas, Eretan Wetan, Indramayu. Harapanya ke depan dapat dijadikan muatan lokal dan diadopsi oleh khalayak yang lebih luas. Mulai SD-SD di Eretan, Indramayu, hingga nasional,” terangnya.

Grand Opening Program disambut baik oleh Kepala MI Al-Ikhlas, H. Masnun. Ia mengatakan anak nelayan tidak seharusnya memandang pekerjaan nelayan sebagai sebuah pekerjaan yang kurang menjanjikan, sehingga tidak patut dijadikan cita-cita. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan minat anak-anak nelayan, sehingga kelak akan menjadi nelayan yang modern, dan maju seperti negeri-negeri maritim lainya,” tegasnya.***