LPPM IPB Gelar Lokakarya Empat Sekawan

LPPM IPB Gelar Lokakarya Empat Sekawan

lppm-ipb-gelar-lokakarya-empat-sekawan-news
Berita

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB) menggelar lokakarya  “Sinergi Empat Sekawan dalam Membangun Kemandirian dan Kedaulatan bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat untuk Sentra produksi Pertanian”. Kegiatan digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, (22-23/11).

Lokakarya dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis IPB, Prof. Dr. Hermanto Siregar. Prof Hermanto mengatakan dengan penguatan sinergi Empat Sekawan akan timbul sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, swasta, dan petani. “Sehingga terjadi pembaharuan dan kekuatan baru dalam proses produksi bidang pertanian dalam arti luas, pada akhirnya tercapai kemandirian dan kedaulatan di pusat tani. Kegiatan ini juga bukti komitmen IPB sebagai akademisi untuk turut bersinergi dalam kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam membangun kemandirian dan kedaulatan pusat tani,” terangnya.

Kepala LPPM IPB, Dr. Prastowo menyampaikan pengembangan sentra produksi pertanian diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan hasil produksi secara maksimal serta meningkatkan pendapatan pusat tani. Oleh karenanya, LPPM IPB ingin mewujudkan konsep yang baru dengan paradigma kalaborasi yang diartikan sebagai bentuk berbagi peran dan tanggung jawab diantara stakeholders.

Dikatakannya, sebagai perguruan tinggi, LPPM IPB terus berupaya bagaimana kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dapat terintegrasi di lapangan, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. LPPM IPB terus mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk mendukung tiga program stategis, yakni konsolidasi pusat tani, integrated farming system, dan hilirisasi dari setiap pusat tani.

Sementara, Direktur Riset dan Pengabdian pada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa mengatakan, lokakarya seperti  ini sangat penting bagi semua stakeholders. Menurutnya, karena bidang pertanian khususnya ketahanan pangan dan pertanian satu dari tiga bidang unggulan yang ditugaskan oleh Presiden Republik Indonesia kepada Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk diperhatikan dengan seksama.

Lokakarya ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan akademisi, pemerintah daerah, pebisnis, dan para petani di dalam maupun luar Jawa. (Awl)