FGD DGB IPB : Kiprah IPB dalam Pengembangan Pendidikan Tinggi Pertanian 2017-2045

FGD DGB IPB : Kiprah IPB dalam Pengembangan Pendidikan Tinggi Pertanian 2017-2045

DGB
Berita
 Menjelang  30 tahun  dalam  menentukan  kebijakan  pembangunan  pendidikan  tinggi ke depan,  Dewan Guru Besar (DGB) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pilar Daya Saing Bangsa Menjelang Satu Abad Kemerdekaan Indonesia”, Rabu (31/8), di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Acara yang menghadirkan puluhan Guru Besar IPB ini digelar dalam rangka mengumpulkan pandangan-pandangan dan pendapat dalam  penyusunan “Naskah Akademik Pengembangan Pendidikan  Tinggi Pertanian tahun 2017-2045: Refleksi Menyambut 71 Tahun Indonesia Merdeka”. 
 
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr. Yonny Koesmaryono mengatakan, IPB memiliki posisi strategis untuk menjadi pengarah  kebijakan dalam pengembangan  pendidikan tinggi di bidang pertanian. IPB, perguruan tinggi yang sudah  berusia lebih 50 tahun, perlu menuangkan pemikiran dalam  bentuk  naskah akademik yang dapat dijadikan rujukan dalam  menentukan  kebijakan perguruan tinggi untuk menghasilkan  produk teknologi,  inovasi  dan  sumberdaya manusia yang kompeten  untuk mendukung pengembangan dan pemanfaatan Ilmu, Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Secara khusus IPB dapat menyumbangkan pemikiran untuk menentukan arah dan kebijakan pendidikan tinggi di bidang pertanian yang dijadikan sebagai rujukan dalam menentukan kebijakan pembangunan pendidikan tinggi 30 tahun ke depan.
 
“Harapan terhadap perguruan tinggi saat ini, yaitu tidak lagi sebagai agent of education or agent of research and development, tetapi sebagai egent of knowledge and technology transfer, dan akhirnya sebagai agent of economic development. Dengan demikian perguruan tinggi saat ini  lebih berperan sebagai agent of change dalam dimensi yang luas, seperti moral, demokrasi, wawasan kebangsaan dan etos kerja,” papar Prof. Yonny.
 
Sementara itu, Ketua DGB IPB, Prof. Dr. Muh. Yusram Massijaya dalam pengantar FGD menyampaikan strategi pendidikan  tinggi  menghasilkan tenaga kerja terdidik, berintegritas, inovatif dan produktif untuk pembangunan masyarakat dalam arti luas. Semua itu dapat diwujudkan melalui kegiatan pendidikan, mengembangkan keilmuan dan menciptakan inovasi teknologi serta terobosan kelembagaan untuk kemajuan bangsa melalui kegiatan penelitian, dan memimpin perubahan menuju perbaikan peradaban melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
 
Dalam FGD yang dimoderatori oleh Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB, Prof. Dr. Tien R. Muchtadi menghadirkan narasumber diantaranya Prof.Dr. Dodi Nandika (Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB), Prof.Dr. T Basaruddin (Guru Besar Universitas Indonesia), dan Prof.Dr. Sitanala Arsyad (Guru Besar Emeritus dan mantan Rektor IPB).
 
Menjawab tantangan ke depan serta saran yang dihasilkan dari forum diskusi ini, IPB dapat menyusun dokumen-dokumen yang merekam pemikiran DGB dan rumusan rekomendasi kebjakan publik untuk pengembangan pendidikan tinggi khususnya yang terkait dengan ilmu-ilmu pertanian. Sebagai negara agraris, perguruan tinggi pertanian harus menjadi salah satu pilar dalam membangun daya saing bangsa. Berbagai strategi harus dirumuskan untuk membangun perguruan tinggi pertanian bermutu, sehingga mampu menjawab tantangan saat ini. (Awl)