SKPM Fema IPB dan Chulalongkorn University Gelar Workshop

SKPM Fema IPB dan Chulalongkorn University Gelar Workshop

Chulalongkorn
Berita
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar workshop “Mapping and Assessing University Based Farmer Extension Services in Asean Through An Agro-Ecological/Organic Lens”, Kamis (21/7). Kegiatan yang mengambil tempat di Ruang Sidang SKPM Kampus IPB Darmaga Bogor ini merupakan hasil kerjasama dengan Chulalongkorn University, Thailand.
 
Ketua Departemen SKPM Fema IPB, Dr. Siti Amanah, mengatakan perguruan tinggi  berperan dalam meningkatkan kualitas  pertanian, terlebih saat ini sumberdaya alam semakin hari semakin menurun. “Banyaknya penggunaan  pupuk  kimia berbahaya yang digunakan petani saat ini  akan semakin memperburuk kondisi pertanian ke depan,” ujarnya.
 
Dikatakannya, perguruan tinggi yang merupakan  sumber ilmu pengetahuan, diharapkan dapat saling bekerjasama dengan perguruan tinggi lain dan juga komunitas petani untuk bersama memperbaiki kondisi pertanian. Selain itu, tambahnya, produktivitas pertanian ke depan dituntut harus optimal untuk mencukupi pangan bangsa.  “Ke depan diharapkan pertanian dapat mengikuti konsep pertanian agro ekologi. Para dosen dapat berkontribusi dalam mengedukasi petani bagaimana melakukan pertanian dengan cara-cara agro ecology,” terangnya.
 
Dekan Fema IPB, Dr. Arif Satria, menyampaikan saat ini paradigma masyarakat telah bergeser menuju ke arah era digital. Disampaikannya, pada tahun 1998 hanya sekira ratusan orang yang memanfaatkan teknologi informasi. Namun saat ini milyaran orang telah mengaksesnya. Karena itu, di era digital saat ini transfer teknologi dan ilmu pengetahuan dapat memanfaatkan teknologi informasi. Begitu juga dari para pakar pertanian ke petani.
 
“IPB telah membangun sistem informasi yang bisa memfasilitasi kebutuhan tersebut yaitu Cyber Extension. Keberadaan Cyber Extension merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat petani saat ini untuk mencapai pertanian yang berkonsep agro ecology,” ungkapnya.
 
Wayne Nelles dari Chulalongkorn University menyampaikan Chulalongkorn University School of Agricultural Resources (CUSAR) di Bangkok tengah melakukan studi (Juni 2016 – Mei 2017 ) untuk memahami peran lembaga dan penelitian dalam penyuluhan petani dan kontribusi mereka terhadap pertanian berkelanjutan secara ekologis. Dukungan penelitian disediakan dari negara anggota ASEAN Cluster Fund dan Chula UNISEARCH Office. Selanjutnya, CUSAR akan bekerjasama dengan IPB dan lainnya di Indonesia mitra untuk memfasilitasi penelitian.
 
Workshop dihadiri oleh praktisi, lembaga pemerintah, dan sejumlah perguruan tinggi, diantaranya IPB, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Andalas, Universitas Lampung, dan Universitas Gadjah Mada. (dh)