Membangun Sentra Produksi Marine Culture Melalui Sea Farming

Membangun Sentra Produksi Marine Culture Melalui Sea Farming

Sea-Farming
Berita
Selama ini lautan hanya dipandang sebagai tempat mencari ikan. Kemudian timbul pemikiran untuk menjadikan fungsi lautan sebagai daratan. Berawal dari pemikiran berladang di lautan, para peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB) menggagas sea farming. Tujuannya adalah untuk membangun sentra produksi marine culture.
 
Dalam “Seminar Hasil-hasil Penelitian” yang digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, baru-baru ini, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB memaparkan beberapa program kerjanya. Salah satunya adalah CoE Sea Farming dan Sea Ranching. 
 
“Awalnya masyarakat memandang lautan hanyalah bagian dari dunia pelayaran. Kami berpikir, bisa tidak laut dipandang sebagai daratan. Seperti ladang yang bisa ditanami. Kita ingin menanam di laut,” ujar Dr. Aryo Damar selaku pembicara dari PKSPL LPPM IPB.
 
Oleh karenanya, PKSPL LPPM IPB membangun beberapa produksi keramba apung yang ditebari benih di Kepulauan Seribu. Benih yang ditebar ke laut ini diasuh oleh alam. Awalnya adalah ikan kerapu (asosiasi dengan karang seluas 315 hektar), kini PKSPL LPPM IPB mengembangkan udang vaname. 
 
“Ada lautan berkarang seluas 315 hektar di Pulau Semak Daun Kepulauan Seribu  yang bisa menghasilkan sesuatu untuk kehidupan masyarakat. Sekira 20-30 tahun ke depan, ikan karang akan habis. Maka tidak ada cara lain selain restocking. Dengan ini bisa kembali menyediakan ikan untuk nelayan. Itu konsep sea farming,” terangnya.
 
Ke depan PKSPL LPPM IPB berharap dapat mengembangkan dan mereplikasi keberhasilan-keberhasilan program sea farming di beberapa tempat di Indonesia. Selain itu diharapkan juga ada keberlanjutan berbagai riset dalam bidang budidaya perikanan sehingga dihasilkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
 
PKSPL LPPM IPB berharap dapat meningkatkan kapasitas dan ketahanan masyarakat pesisir akibat dari perubahan iklim dan bencana serta bagaimana masyarakat pesisir mendapatkan beragam alternatif dalam mata pencaharian. Sehingga secara ekonomi masyarakat mendapatkan keberlanjutan ekonomi. Selain itu PKSPL juga berharap dapat mengembangkan metode baru yang berkelanjutan dalam spatial planing wilayah pesisir dan laut dalam rangka pengendalian kerusakan lingkungan sehingga pembangunan dapat berkelanjutan.(zul)