Workshop Green TV, Menggali Ide Hasil Inovasi

Workshop Green TV, Menggali Ide Hasil Inovasi

Green-TV
Berita
Green TV menyelenggarakan workshop dengan tema “Penggalian Ide Konten”, Selasa (24/11), di IPB International Convention Center (IICC) Bogor. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan setiap departemen di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menghadirkan narasumber yang merupakan anggota Dewan Pers Indonesia, Imam Wahyudi. 
 
Kegiatan dibuka oleh Kepala Green TV, Dr. Anna Fatchya, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan ide dan dokumentasi dari hasil riset IPB dalam bentuk konten audio visual. Menurutnya, produksi Green TV akan terkendala jika tanpa input dari karya dosen dan mahasiswa. Salah satu sebabnya yakni kurangnya informasi mengenai inovasi apa saja yang telah dihasilkan dosen di setiap departemen. 
 
“Untuk itu Bapak Ibu kami undang selain untuk mendapatkan pelatihan menyusun naskah dan menggali ide, kami juga berharap bapak ibu dapat berperan sebagai contact person yang memegang informasi di departemen masing-masing,” ujar Dr. Ana kepada peserta workshop.
 
“Kalau ada inovasi di departemen yang ingin didokumentasikan bisa menghubungi Bapak Ibu sekalian, untuk nantinya dapat kami dokumentasikan dalam bentuk audio visual. Dengan sistem seperti ini kami harap produksi juga akan semakin baik,” harap Dr. Anna. 
 
Lebih lanjut Dr. Anna menjelaskan bahwa Green TV merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) IPB yang berperan sebagai content provider dalam bentuk audio visual. Untuk itu Green TV mengedepankan konten yang berasal dari inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen IPB.
 
Senada dengan Dr. Anna, narasumber pada kegiatan ini Imam Wahyudi menyampaikan bahwa sebagai content provider, konten merupakan hal yang paling penting, terlepas konten tersebut disiarkan melalui tv, website atau media lainnya. “IPB itu seperti hutan, di dalamnya banyak hal yang dapat kita temui, kalau Bapak Ibu dalami betul mungkin bisa mendapatkan harta karun dari library ataupun dari rak-rak buku yang ada,” jelas Imam. 
 
“Konten is the king. Kalau kita bisa menggali konten dengan biak, kita bisa menjadi content provider yang tak terkejar oleh lembaga lain,” ujarnya. (as)