ICTB 2015: Tantangan, Kemajuan, dan Arah Masa Depan Restorasi Ekologi Asia Tenggara

ICTB 2015: Tantangan, Kemajuan, dan Arah Masa Depan Restorasi Ekologi Asia Tenggara

Biotrop
Berita
Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP) bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “2nd International Conference on Tropical Biology (ICTB) 2015”. Konferensi yang mengambil tema bahasan “Ecological Restoration in Southeast Asia: Challenges, Gains, and Future Directions” ini diselenggarakan pada hari Senin-Selasa (12-13/10), bertempat di Conference Hall SEAMEO BIOTROP, Bogor.
 
Pelaksanaan kegiatan ini didasari oleh pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara yang cukup pesat, tetapi mempertaruhkan keutuhan lingkungan. Di samping berkurangnya pasokan dari sumberdaya alam, pertumbuhan populasi yang pesat, eksploitasi hutan dan lahan pertanian menyebabkan ekosistem semakin terdegradasi. Untuk itu, ilmu pengetahuan dan praktik restorasi ekologi dinilai dapat memberikan solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
 
Dalam sambutannya, Direktur SEAMEO BIOTROP Dr. Irdika Mansur menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan tidak lepas dari kegiatan manusia. “Konsekuensi masalah lingkungan seharusnya menjadi concern bagi kita semua,” jelas Dr. Irdika.
 
“Kita beruntung karena memiliki cendekiawan dan praktisi di bidang restorasi ekologi untuk mengembalikan fungsi ekosistem terpadu untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk yang sangat pesat,” tambah Dr. Irdika. Lebih lanjut Dr. Irdika berharap konferensi ini dapat menjadi forum bagi cendekiawan dan praktisi untuk saling berbagi ilmu pengetahuan mengenai teknik restorasi. 
 
Konferensi ini diikuti setidaknya 124 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti serta praktisi. Peserta yang hadir mengikuti kegiatan ini berasal dari beberapa negara, yakni Afghanistan, Australia, Belgium, China, Kenya, Inggris, Malaysia, Nepal, Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Indonesia.
 
Hadir sebagai pembicara untama pada konferensi ini antara lain Patrick Durst dari FAO Regional Asia Pacific Thailand dan Nigel Tucker dari Biotropica Australia. Penyelenggaraan ICTB 2015 didukung oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), International Union of Forest Research Organization (IUFRO), Biotropica Australia, Chiang Mai University Forest Restoration Research Unit (CMU-FORRU), Bangor University, British Council dan Australian National University (ANU). (as)