IPB Tuan Rumah Joint Field Course 2015

IPB Tuan Rumah Joint Field Course 2015

FPIK-Fahutan
Berita
Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB menjadi tuan rumah kegiatan Joint Field Course 2015, yang diselenggarakan dari tanggal 26 Agustus-4 September 2015. Kegiatan ini diselenggarakan di dua tempat yang berbeda, yaitu di Pulau Pari, Kepulauan Seribu dan Gunung Walat, Sukabumi. Tema dari kegiatan ini adalah Tropical Biodiversity from Sea to High Mountain.
 
Joint Field Course 2015 ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari dosen, asisten, dan mahasiswa dari lima perguruan tinggi, yakni Prince of Songkla University (Thailand), Tunghai University (Taiwan), National Taiwan University (Taiwan), Ryukyus University (Jepang), dan Institut Pertanian Bogor (Indonesia). Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Yusli Wardiatno,  sebagai Ketua Pelaksana Joint Field Course 2015, diawali dengan Opening Ceremony dan Tour de IPB Campus.
 
Dalam Joint Field Course di Pulau Pari, para peserta belajar mengenai coastal biodiversity, fish sampling, tropical fish community, coral reef ecology, fish stomach content analysis, mangrove & seagrass observation, coral reef associated fauna observation dan mudskiper survey. Sedangkan untuk kegiatan di Gunung Walat, para peserta belajar mengenai Indonesian herpetofauna, Indonesian birds, field orientation and setting up lizard trap, environmental interpretation, bird inventory, checking lizard trap and identification dan exploring Cipereu cave. Selama menjalankan joint course program ini, para mahasiswa tersebut tidak hanya mengamati saja, namun mereka juga diminta untuk menganalisis serta mempresentasikan hasil pengamatan mereka. Diharapkan semua peserta dapat bersosialisasi dan berbaur dengan para peserta dari negara lainnya.
 
"Belajar tentang keanekaragaman biota laut dan hutan sungguh mengasyikkan, saya sangat menikmati course ini. Para profesor, asisten, dan semua peserta sangat bersahabat," ungkap I-Jou (Alice) Hsiao, salah satu peserta dari Tunghai University, Taiwan.
 
"Meskipun masih tahap mengenal dan belajar, semua peserta dapat menyajikan hasil pengamatan mereka dengan sangat baik," ujar Prof. Euichi (Luigi) Hirose, Profesor dari Ryukyus University, Okinawa, Jepang.
 
Kegiatan Joint Field Course 2015 ini ditutup dengan kunjungan ke Kebun Raya Bogor. Tahun depan tuan rumah Joint Field Course 2016 adalah Prince of Songkla University, Thailand dan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2016.***