Konferensi Internasional SABRAO di IPB

Konferensi Internasional SABRAO di IPB

DSC_3236
Berita
Society for the Advancement of Breeding Sciences in Asia and Oceania (SABRAO) bekerjasama dengan Institut Petanian Bogor (IPB) dan Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) menyelenggarakan konferensi internasional dengan tema “Contribution of Breeding Research for Sustainable Agricultural Production Under Changing Environment for Food Security in Asia and Oceania”. Kegiatan konferensi yang sekaligus merupakan kongres ke-13 SABRAO ini diselenggarakan pada hari Senin-Rabu (14-16/9), IPB International Convention Center (IICC), Bogor.
 
Kegiatan yang bertujuan untuk sharing diantara pemulia ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis IPB, Prof.Dr. Hermanto Siregar. Dalam sambutannya, Prof. Hermanto menyampaikan tantangan pertanian saat ini dan pentingnya peran pemulia dan ahli pertanian.
 
“Asia dan Oceania memiliki pertumbuhan yang paling cepat di dunia baik dari sisi ekonomi ataupun demografi, dan ini menjadi tantangan yang besar bagi kita. Dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi yang meningkat pesat, maka meningkat pula kebutuhan akan pangan. Di Indonesia sendiri, kita memiliki tantangan dalam hal food security (ketahanan pangan), ditambah dengan adanya perubahan iklim secara global. Ini menjadi tantangan bagi ahli pertanian dan pemulia. Untuk itu menjadi penting peran para pemulia untuk mengatasi permasalahan ini dengan ilmu dan keahlian yang dimiliki,” jelas Prof. Hermanto.
 
Konferensi ini merupakan pertemuan para pemulia tanaman Asia dan Oceania yang berasal dari berbagai institusi. Konferensi diikuti oleh sebanyak 200 peserta yang merupakan akademisi dan praktisi dari 13 negara. 
 
“Temanya kita fokuskan bagaimana kita dapat melakukan pemuliaan yang bermanfaat agar dapat menghadapi perubahan iklim serta peningkatan kapasitas untuk memberi makan bagi masyarakat yang ada di Asia dan Oceania,” jelas Prof. Dr. Sobir selaku ketua pelaksana dari kegiatan ini.
 
“Diharapkan dengan pertemuan ini kemampuan para pemulia terutama di Indonesia makin meningkat, sehingga program pemuliaan di Indonesia ke depan semakin cepat dan bagus. Kita sebagai peneliti tidak tertinggal informasi. Di sisi lain, Asia Oceania menjadi kawasan yang bisa merespon perubahan iklim dengan tepat,” harap Prof. Sobir yang juga merupakan dosen Departemen Agronomi dan Holtikultura Fakultas Pertanian (Faperta) IPB sekaligus Vice President SABRAO.(as)