Tingkatkan Sumberdaya, Pemda Pekalongan Kerjasama dengan IPB

Tingkatkan Sumberdaya, Pemda Pekalongan Kerjasama dengan IPB

Kota-pekalongan
Berita
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof.Dr Herry Suhardiyanto dan Walikota Pekalongan dr.H.Muhammad Basyir Ahmad menandatangani naskah kesepahaman kerjasama dalam hal pengembangan pemberdayaan sumberdaya Kota Pekalongan, Senin (29/6) di Kampus IPB Taman Kencana, Bogor. Rektor IPB menyambut baik niat Pemerintah Daerah (Pemda) Pekalongan ini, seraya mengatakan IPB memiliki banyak inovasi yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan Kota Pekalongan. Kerjasama ini rencananya akan berlaku hingga lima tahun mendatang.
 
Walikota Pekalongan, dr.H.Muhammad Basyir Ahmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya berkeinginan untuk meningkatkan sumberdaya dan potensi Kota Pekalongan, terlebih sejak dinobatkan sebagai kota kreatif dunia oleh UNESCO untuk kategori Craft and Folk Arts atau Kerajinan dan Kesenian Rakyat. “Kota Pekalongan menjadi satu-satunya kota di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang tahun ini berhasil masuk dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO,” ungkapnya.
 
Penobatan tersebut, jelasnya, menjadikan Kota Pekalongan harus terus berbenah dalam segala aspek. Tidak hanya dalam bidang kerajinan dan kesenian rakyat, Kota Pekalongan juga telah berbenah dalam bidang Teknologi Informasi (TI). “Saat ini Kota Pekalongan sudah dinilai bagus dalam hal akses teknologi Informasi. Melalui kerjasama dengan IPB, kami berharap dapat mengembangkan dan meningkatkan pemberdayaan sumberdaya Kota Pekalongan dalam berbagai aspek,” imbuhnya.
 
Terkait TI, Wakil Rektor IPB Bidang Riset dan Kerjasama Prof.Dr Anas Miftah Fauzi menyampaikan bahwa IPB telah memiliki fasilitas Cyber Extention yang dapat memudahkan petani dalam berdialog dengan pakar IPB melalui internet. “Jika Kota Pekalongan telah memiliki akses TI yang baik, para petani di sana bisa memanfaatkan Cyber Extention IPB,” ujarnya.
 
Selain itu, terkait potensi Pekalongan dalam bidang perikanan dan ilmu kelautan, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Prof.Dr Indra Jaya menyampaikan bahwa dengan dukungan TI yang sudah dimiliki, Pekalongan bisa menjadi pusat pendaratan ikan  terbesar di Indonesia. Dalam kesempatan ini juga dibahas terkait pengembangan mangrove, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pertanian dalam arti luas. (dh)