Belasan Aktivis IPB Turut Serta Deklarasi Manifesto Negawaran Muda

Belasan Aktivis IPB Turut Serta Deklarasi Manifesto Negawaran Muda

Aktivis-Muda
Berita
Dompet Dhuafa menggelar Temu Nasional bagi penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara, di Palembang Sumatera Selatan (30 April-03 Mei). Acara ini dihadiri para aktivis dari sejumlah perguruan tinggi Indonesia, diantaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (Unpad), UNS dan STEI SEBI.
 
IPB diwakili oleh 16 orang penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Baktinusa) angkatan 4 dan 5, yaitu Novianti Purnama Sari, Siti Nur Arifah, Zulaika, Elvira Rachmawati dari Fakultas Pertanian (Faperta), Rizal Eko Kurniawan dan M. Zulfitra Rahmat dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Shohibul Taufik, Amroyanu Habib dan Asya Fathya Nur Zakiah dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). M. Royan dari Fakultas Peternakan (Fapet), Suli Hendra dari Fakultas Kehutanan (Fahutan), Novita Rosiyana dan Fatma Nurkhaerani dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Ariyanto Pamungkas dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), M. Irvan Herviansyah dan Dadan Hudanul Hak dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). 
 
Para penerima ini merupakan para aktivis di berbagai organisasi mahasiswa baik di internal maupun eksternal kampus.  Pada acara temu nasional aktivis nusantara ini, menjadi tonggak sejarah baru perjuangan bangsa melalui para pemuda dengan mendeklarasikan manifesto negarawan muda hasil pemikiran para aktivis untuk membangun bangsa dari ekonomi, politik, energi, pertanian, pendidikan dan hukum. Tepat pada tanggal 3 Mei, di depan monumen bersejarah Monumen Perjuangan Rakyat Monpera, Janji Negarawan Muda untuk merawat Indonesia dideklarasikan. 
 
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang mengatakan, acara semacam ini bagus untuk dilaksanakan bagi aktivis se-Indonesia sebagai sosial kontrol bagi pemerintah. Selanjutnya, Marwah Daud Ibrahim yang mengajak para aktivis mengelola hidup dan merencanakan masa depan. Kegiatan ini juga dirangkai dengan diskusi kenegaraan bersama perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta menjalani psikotes untuk pemetaan karir.***