IPB Mendukung Pembangunan Kabupaten Buton Selatan

IPB Mendukung Pembangunan Kabupaten Buton Selatan

Buton-selatan
Berita
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof.Dr Herry Suhardiyanto dan Bupati Buton Selatan Sulawesi Tenggara Drs. Laode Mustari, M.Si menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), Kamis (16/2). Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Dramaga Bogor. Tampak hadir dalam kesempatan ini diantaranya Direktur Kerjasama dan Program Internasional (KSPI) IPB Dr. Edy Hartulistiyoso, Kepala Biro Sekretariat Rektor Dr. Yonvitner, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Buton Selatan
 
Dalam kesempatan ini, Rektor menyampaikan kesediaan IPB untuk melakukan kerjasama dalam hal pembangunan daerah Kabupaten Buton Selatan. “Hal ini merupakan bentuk kesiapan IPB untuk mendukung pembangunan daerah Buton Selatan di bidang pertanian dalam arti luas. Kami meyakini bahwa Buton Selatan memiliki segenap potensi pertanian dan pariwisata yang dapat dikembangkan,” ujar rektor.
 
Rektor menambahkan bahwa IPB berharap dengan adanya dukungan yang diberikan, Kabupaten Buton Selatan dapat mengembangkan potensi daerah dengan berbasis masyarakat demi kesejahteraannya. “Kami juga siap menerima siswa-siswa terbaik dari Kabupaten Buton Selatan untuk melanjutkan studi di IPB, agar nantinya bisa kembali ke Buton dan memajukan daerahnya dengan bekal ilmu yang didapatkan dari IPB,” tambahnya.
 
Sementara itu, Bupati Buton Selatan mengatakan, “Kerjasama dengan IPB dapat menjadi starting point pembangunan daerah Buton terutama melalui penelitian dan pengembangan”.
 
Kedua pihak berharap agar MoU ini bisa ditindaklanjuti melalui naskah kerjasama agar dapat bermanfaat secara nyata bagi Kabupaten Buton Selatan. Baik IPB maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan menyepakati bahwa pertanian memiliki dimensi yang kuat untuk melakukan pembangunan. Oleh karena itu dibutuhkan upaya pencapaian kemandirian daerah agar inovasi-inovasi yang berhasil diciptakan oleh akademisi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, utamanya para petani.(NRA)