TEKNOLOGI AKUSTIK KELAUTAN UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN DREDGING

TEKNOLOGI AKUSTIK KELAUTAN UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN DREDGING

akustik-henry.002
Berita

Sedimentasi di pelabuhan terjadi setiap waktu.  Pendangkalan alur pelayaran dapat mengganggu pengukuran navigasi.  ”Peran teknologi akustik kelautan (ocean acoustics) terletak pada survey yang dilakukan selama pekerjaan pengerukan,” ujar Dr. Henri Manik ketika menjadi Instruktur pada kegiatan Bimbingan Teknis Aparatur Otoritas Pelabuhan kerjasama PKSPL IPB dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Tujuan penggunaan teknologi akustik kelautan adalah mengetahui batas kedalaman dasar pelabuhan untuk dapat disesuaikan dengan desain engineering yang ditentukan. Disamping itu, untuk mengetahui jenis material dasar laut, aspek geoteknik, dan menghitung volume material yang akan dikeruk.

Dalam materinya pakar Akustik Kelautan IPB ini mengungkapkan bahwa survei akustik kelautan yang dilakukan meliputi penentuan posisi survey, pengukuran kedalaman (sounding) dengan metode single beam,  multibeam dan pencitraan dasar laut (seabed imaging) dengan instrumen side scan sonar dan subbottom profiler.  Dari hasil survei tersebut akan dihitung volume material yang akan dikeruk. Perhitungan volume terdiri dari komponen luas dan jarak survei serta pemilihan metode perhitungan volume material yang akan dikeruk perlu dihitung dengan teliti. Hal ini karena berkaitan dengan biaya pengerukan.

Penentuan jenis material dasar laut diperoleh dari komputasi nilai hamburbalik (backscattering) akustik yang telah dikembangkan Dr. Henry Manik. Klasifikasi jenis material dasar dengan teknik akustik dapat menghemat biaya survey dan dapat membantu dalam menentukan jenis alat keruk yang akan dilakukan.  Pengetahuan akan pentingnya sifat fisis sedimen dasar laut yang mendukung dalam aspek geoteknik dan rekayasa kelautan (ocean engineering) perlu diketahui oleh setiap aparatur otoritas pelabuhan.

Dengan adanya kegiatan pengerukan, dapat membantu dalam keselamatan pelayaran pada alur pelabuhan.  Diharapkan peran survei akustik kelautan dapat lebih optimal dengan survei oseanografi dan meterologi laut dalam pekerjaan pengerukan.

Pada sesi diskusi beberapa kepala pelabuhan mengajak untuk bekerjasama dalam kegiatan pengerukan terutama penerapan teknologi akustik kelautan dalam survey batimetri dan perhitungan volume material yang dikeruk.