Agrianita IPB Gelar Seminar Keamanan Pangan

Agrianita IPB Gelar Seminar Keamanan Pangan

Berita

Keamanan pangan sangat penting bagi kehidupan manusia. Masalah keamanan
pangan dapat membahayakan kesehatan konsumen. " Terutama anak-anak sekolah  yang banyak terpapar, karena kebiasaan jajan.
Ini menghambat perkembangan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia," ungkap
Kepala  Pusat Riset Obat dan Makanan  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Prof.Dr.Ir. Winiati Pujiati Rahayu dalam Seminar Keamanan Pangan dalam rangka
HUT Agrianita dan Hari Ibu 2008, Rabu (17/12) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion
Rektorat Kampus IPB Darmaga.

 

Penyalahgunaan bahan berbahaya mengabaikan kaidah-kaidah CPPB yang berbasis
pada kebersihan serta penggunaan Bahan Tambahan Pangan yang aman. Masalah
keamanan pangan merusak citra pangan Indonesia dan menurunkan daya saingnya di
pasar global.

 

Prof. Winiati menyampaikan informasi terbaru dari World Health Organization
(WHO) tentang Enterobakter Sakazakii.  "WHO menetapkan Enterobacter Sakazakii
sebagai pathogen emerging yang penting karena menimbulkan resiko dalam jumlah
terbatas yang dihubungkan dengan susu formula. Dua jenis strain E. Sakazakii
berpotensi penyebab meningitis pada bayi retan. " Bayi rentan mikroba
khususnya E. Sakazakii yakni bayi baru lahir di bawah 2 bulan, bayi premature,
bayi dengan immunocompromise dan bayi dengan berat badan rendah. "Bayi rentan
tersebut dapat terkena fatal meningitis, conjunctivitis, haemorrhagic colotis,
dan colonization," kata Prof. Winiati.

 

Informasi terbaru lain ialah,
kasus melamin dalam susu  di China.
"Lebih dari 54 ribu bayi dan anak-anak bermasalah dengan kandungan kemih dan
dapat menimbulkan masalah serius seperti batu ginjal akibat kontaminasi melamin
pada susu formula dan produk lain sejenis." Hasil inspeksi dari inspektur di China,
paling tidak 22 industri susu telah ditemukan melamin pada beberapa produk
susu."

 

 Dekan Fakultas  Matematika dan Ilmu Pengetahuan  dan Alam (FMIPA) IPB, Dr.Hasim Dahuri,
DEA  menjelaskan peran penting perempuan
sebagai tiang Negara. "Kualitas perempuan menentukan kualitas suatu
bangsa. Perempuan memiliki tugas pokok melahirkan pemimpin yang berkualitas.
Oleh karena itu perempuan hendaknya mempunyai ilmu yang luas dan sehat jasmani,
menjaga amanah serta berilmu."

 

Perempuan berperan penting dalam menyajikan makanan aman, baik dan halal
bagi keluarganya. " Rizki dan pangan yang halal tidak semata zatnya,
namun juga perlu diperhatikan kehalalan dalam cara memperolehnya, prosesnya,
dan cara mengkonsumsinya." (ris)