Sjamsoe’oed Sadjad, Penerima Bakrie Award Bidang Teknologi
Guru Besar Emeritus pada Fakultas Pertanian (Faperta) IPB, Sjamsoe’oed Sadjad, dianugerahi Penghargaan Achmad Bakrie 2010 bidang teknologi. Sjamsoe’oed terpilih bersama lima pemenang lain dengan kategori bidang kesusastraan, pemikiran sosial, kedokteran, sains, serta kategori khusus periset.
Sjamsoe’oed dinilai layak menerima penghargaan ini, karena telah merintis pengembangan ilmu dan teknologi benih di Indonesia. Rintisannya tersebut ikut mengilhami sejumlah sarjana dan lembaga pertanian yang menggarap perbenihan dengan teknologi maju. Selama mengupayakan tumbuhnya industri benih modern Indonesia, dia menghendaki agar ada strategi pembangunan pertanian yang mampu menopang kedaulatan pangan tanah air.
Sjamsoe’oed Sadjad membeberkan alasan dirinya mau menerima award ini. Menurutnya, penerima penghargaaan itu bukan berarti di bawah yang memberi. "Saya anggap murni berada dalam ranah yang terpisah dari ranah bisnis," terang Sjamsoe’oed.
Sjamsoe’oed mengatakan itu dalam pernyataan tertulisnya yang dibacakan panitia ramah tamah Bakrie Award di Wisma Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2010).
Menurut Sjamsoe’oed, penghargaan ini dianggapnya sebagai pelecut agar terus dapat mengembangkan ilmu dan teknologi benih di Indonesia. Sjamsoe’oed tidak sependapat jika menerima penghargaan ini dianggap sebagai memberi sedekah.
Sjamsoe’oed Sadjad lahir di Madiun, Jawa Timur, 24 Juni 1931. Setelah tamat dari SMA Budi Utomo Jakarta, ia mendaftarkan diri ke Universitas Indonesia dan lulus dengan gelar Insinyur pada Fakultas Pertanian. Ia melanjutkan studi di Mississippi State University dan lulus dengan gelar Master dalam Teknologi Benih. Gelar Doktor diperoleh di Ilmu Pertanian dari IPB berdasar penelitian Teknologi Benih dan disertasinya pada tahun 1972.
Profesinya sebagai pegawai negeri dimulai pada tahun 1957 dengan kedudukan Asisten Dosen pada Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian UI, yang selanjutnya menjadi IPB sampai pensiun sebagai Guru Besar pada tahun 1996.
Jabatan struktural yang pernah ia emban adalah Kepala Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Ketua Departemen Agronomi, dan Dekan Fakultas Pertanian, semua pada Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sjamsoe’oed cukup produktif dalam menulis dan mempublikasikan makalah ilmiah dan artikel populer, baik di bidang Ilmu dan Teknologi Benih maupun dalam aspek sosial-ekonomi dan agropolitik pertanian.
Sampai saat ini ia telah menulis sekitar 20 buku. Ia pernah menjadi anggota Dewan Redaksi Majalah Indonesian Journal of Crop Science dari Departemen Pertanian RI, dan majalah Berita Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari LIPI. Dia juga pernah menjabat Ketua Redaksi Majalah Keluarga Benih dari Forum Ahli dan Peminat Benih.
Penghargaan yang diterimanya antara lain dari Dekan College of Agriculture & Home Economic – Mississippi State University, atas penulisan dan penerbitan buku ‘Dari Benih Kepada Benih’, Karya 47 Widya Utama dari Dekan Fakultas Pertanian IPB atas jasa dan pengabdiannya dalam pengembangan Ilmu dan Teknologi Benih.
Penghargaan lainnya adalah Anugerah Sewaka Winayaroha dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi RI untuk sumbangan meningkatkan mutu Perguruan Tinggi, penghargaan dari Harian KOMPAS sebagai Cendekiawan Berdedikasi, dan penghargaan dari Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) sebagai ”Bapak Benih”.
Di sela-sela kesibukannya, Sjamsoe’oed Sadjad melukis dengan teknik cat minyak, dan dengan nama samaran “Rimirelroos” ia menerbitkan novel Mama is an Angel (Athena Press, 2004). (nm/dari berbagai sumber)
