Kiat Sehat dan Bugar Selama Puasa
“Berbukalah dengan yang manis dan makanlah buah-buahan yang manis seperti buah pepaya, pisang dan terutama buah kurma”. Demikian dikatakan Prof Dr Hardinsyah, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dalam acara Dialog Interaktif di RRI Bogor, Selasa (24/7).
“Selain sunnah Rosul, dengan memakan buah kurma di saat berbuka puasa, banyak kebaikan yang terkandung di dalamnya. Diantaranya dapat dengan cepat memulihkan energi yang hilang,” terang Prof Hardinsyah.
Prof Hardinsyah menambahkan, selain anti oksidan, hasil penelitian IPB menunjukkan bahwa ternyata kurma juga memiliki kandungan zat besi lima kali lebih besar dari madu, serta untuk vitamin C nya sekitar 752 kali lebih besar dari vitamin C yang terkandung dalam buah-buah yang lain.
“Kurma juga mengandung potasium, yaitu untuk pengendalian darah tinggi. Jadi tidak berisiko dikonsumsi oleh orang yang punya penyakit hipertensi. Tetapi juga sangat bagus untuk orang yang punya penyakit darah rendah, karena kurma banyak mengandung zat besi atau asam polat yang dapat membantu pembentukan sel darah merah,” lanjut Prof Hardinsyah.
Sayangnya, kurma tidak bisa tumbuh di Indonesia. Karena itulah kurma yang ada di Indonesia, banyak diimpor dari daerah-daerah Tunisia dan daerah Timur Tengah lainnya.
Meski demikian, kata Prof Hardinsyah, masih banyak buah di Indonesia yang tidak kalah kehebatan dan khasiatnya melebihi dari buah kurma. “Para peneliti dari ahli pertanianlah yang dapat menemukannya,” pungkas Prof Hardinsyah. (Irma).
